Selasa, 09 November 2010

Silet Pada Hari Minggu Resahkan Pengungsi Merapi

Share

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pengaduan Masyarakat dan Penegakan Etika Pers menyebut bahwa tayangan infotainment Siletsempat membuat panik sebagian pengungsi letusan Gunung Merapi.

Akibat isi tayangan Silet edisi Minggu (7/11/2010), 550 orang pengungsi di daerah Muntilan mendesak agar dipindahkan ke Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, karena ketakutan akan datang bencana yang lebih besar dari letusan Gunung Merapi. Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisi Pengaduan Masyarakat dan Penegakan Etika Pers, Agus Sudibyo, di kantor Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), di Jakarta, Senin (8/11/2010). Agus mengatakan hal tersebut di sela pertemuan KPI, Dewan Pers, dan para pelaku media yang membahas pemberitaan mengenai bencana alam oleh media.

"Kami mendapat informasi, ada 550 orang minta pindah dari Muntilan ke Nanggulan setelah menonton tayangan Silet," ujar Agus.

Dijelaskan oleh Agus, isi tayangan Silet menyebutkan bahwa akan ada gempa besar sebagai dampak dari letusan Gunung Merapi. Padahal, daerah Muntilan termasuk daerah yang aman dari letusan Gunung Merapi. "Padahal, daerah Muntilan sebenarnya masih aman. Ini bukti ada kepanikan," ucap Agus.

Agus berharap agar media dapat mengedepankan akurasi pemberitaan sehingga tidak membuat masyarakat panik.

0 comments:

Posting Komentar

Telenesia9 MMX