Minggu, 07 November 2010

Apakah Netbook Akan Tamat?

Share

INILAH.COM, Jakarta Ketika iPad Apple rilis, banyak peneliti industri mengatakan hal itu mengisyaratkan akhir dari komputer murah dan hemat energi netbook.

Gagasannya adalah, "Mengapa memiliki laptop kecil portabel ketika kalian bisa memiliki perangkat layar sentuh besar dan dilengkapi internet mobile di dalamnya?"

Faktanya, survei terhadap tiga ribu konsumen Amerika Serikat (AS) yang dirilis oleh ChangeWave pekan ini mengatakan bahwa hanya 14% orang memilihnetbook sebagai ganti laptop karena harganya yang murah dan hemat energi.

Namun, mengabaikan keberadaan iPad, netbook perlu diperhitungkan. Seolah, netbook sedang menghimpun kekuatan. Contohnya, perusahaan teknologi ASUS, mereka baru-baru ini meluncurkan model baru dalam jajaran Eee PC Netbook, Lamborghini Vx6.

Sekarang, performa netbook ini memang tak secepat Lamborghini asli. Namun dalam dunia netbook, netbookselangkah lebih maju dari netbook lain dan memiliki hardware yang bagus.

Untuk apa yang dianggap alternatif 'murah', netbook ini hanya dibandrol AU$900 (Rp8,1 juta). Dengan prosesordual core hemat energi dari jajaran Atom Intel dan hardware grafis netbook NVIDIA yang dikenal sebagai Ion, Vx6 merupakan alat kecil tangguh.

Menurut Product Manager Metbook ASUS Ronald Poon, masih ada sedikit pasar untuk laptop mini, meski banyak yang mengklaim tablet adalah rajanya.

"Kedua produk ini ditujukan untuk pasar spesifik," katanya seperti dikutip dari news.com.au.

"Jelas, Netbook diarahkan untuk penciptaan multimedia. Anda mungkin ingin melakukan editing pada dokumen, atau video pendek. Tablet lebih dari cukup untuk melakukan semua hal itu."

Angka penjualan menguatkan teori Poon. Analis firma riset pasar Telsyte, Foad Fadaghi, mengatakan penjualan netbook sedang 'dikanibalisasi' oleh penjualan tablet. "Hal ini sedikit berbeda," katanya.

"Netbook lebih mengorbankan pasar laptop karena posisinya yang semakin kuat. Sudah hampir setengah jalan. Jika anda melihat peringkat atas pemasok PC atau apapun, banyak peringkat berdasarkan pada volume penjualan netbook bukan laptop mahal."

Fadaghi dan Poon mengatakan, tren mengarahkan konsumen memiliki lebih dari satu atau dua perangkat dan memaksa mereka memiliki empat layar, TV, komputer, smartphone, dan tablet.

Tetapi jika itu kasusnya, apa yang terjadi pada gagasan gadget semua-untuk-satu? Mungkinkah ada orang memang ingin membawa lebih dari satu gadget? Akankah orang masih membeli netbook di masa depan?

"Masih akan ada ruang untuk laptop dan netbook untuk itu, kata Fadaghi. Banyak orang dalam penelitian ini mengatakan mereka perlu perangkat dengan keyboard dan mereka tak melihat kebutuhan akan tablet karena mereka sudah punya netbook. Masih akan ada tempat untuk perangkat ini di masa depan, katanya.

Tapi bagaimana dengan Lamborghini Vx6? Apakah orang memang menginginkan netbook yang harganya hampir sama dengan laptop normal?

"Apa yang telah mereka sadari (dengan netbook) adalah orang tak ingin perangkat yang hanya memiliki fungsi tertentu, mereka menginginkan laptop kecil," kata Fadaghi.

Mereka ingin laptop mereka lebih ringan, sedikit lebih cocok untuk gaya hidup portabel. Saya rasa Asus menandainya dengan merilis produk yang benar-benar sebuah laptop terjangkau, sejujurnya, tambahnya. [mor]

0 comments:

Posting Komentar

Telenesia9 MMX