Senin, 27 Desember 2010

Ketua DPR: Media Malaysia Tak Tahu Garuda Simbol Negara

Jakarta - Ketua DPR Marzuki Alie tidak mau berpolemik terkait penulisan di media-media Malaysia dengan judul 'Sang Garuda Bagai Patah Sayap' untuk mengekspresikan kemenangan atas Indonesia dalam leg pertama laga final piala AFF. Menurut Marzuki, media Malaysia tidak tahu simbol Garuda yang disebutkan patah sayap adalah simbol negara.

"Tidak usah kita terjemahkan, mereka nggak ngerti Garuda simbol negara. Tahunya nama Timnas kita Garuda," kata Marzuki menanggapi pemberitaan sejumlah media Malaysia yang menulis judul 'Sang Garuda Bagai Patah Sayap' setelah kemenangan Timnas sepakbola Malaysia atas Indonesia 3-0 dalam laga leg pertama piala AFF di Stadion Bukit Jalil, Malaysia.

Hal ini disampaikan Marzuki di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (27/12/2010).

Marzuki bersama Menpora Andi Malarangeng, Menkokesra Agung Laksono, dan Ketua MK Mahfud MD kebetulan menyaksikan pertandingan sepakbola bergengsi tersebut langsung di Stadion Bukit Jalil.

Sebelumnya diberitakan media Malaysia mengekspresikan kemenangan negaranya dalam headline medianya. Sejumlah media nasional meletakkan gambar dan berita kemenangan tersebut dalam halaman pertama.

Harian Utusan Malaysia memuat foto besar ketika striker utama Malaysia Safee Ali menyarangkan bola ke gawang Markus Horison melalui sundulannya, dan satu foto lagi ketika tim Malaysia bereforia setelah pertandingan usai dengan tulisan besar 'Malaysia Menang Bergaya'. Pada halaman olah raga, media itu menuliskan headline 'Harimau Baham Garuda'.

Media cetak lain seperti Berita Harian menurunkan poto serupa dengan headline 'Indonesia Tertekan'. Paragfraf pertama harian tersebut menuliskan, "Episode malam tadi lebih terarah kepada cerita sang Garuda bagai patah sayap dan pulang dengan mimpi ngeri apabila Harimau Malaya mengganas ketika Stadium Nasional, Bukit Jalil menjadi saksi skuad negara tampil gah membaham musuh tradisi, Indonesia 3-0 dalam final pertama Piala Suzuki AFF".

"Saya juga perlu mengucapkan selamat kepada setiap pemain karena persembahan bak pahlawan untuk negara," ujar pelatih tim Malaysia, K Rajagobal sebagaimana dilansir Berita Harian, Senin (27/12/2010).

Harian Kosmo bahkan memuat satu halaman penuh di halaman pertama foto-foto ketika 3 gol disarangkan oleh penyerang Malaysia, dengan judul besar 'Indonesia Tersungkur'. Harian popular tersebut menuliskan lead, "Skuad bola sepak Indonesia sebenarnya tidaklah sekuat mana dan terbukti mereka memang layakdigelar?jaguh kampung."

Sementara harian berbahasa Inggris, seperti News Strait Times menurunkan tulisan dengan judul 'Big Advantage to Malaysia', dan The Star dengan tulisan 'Signboard' di atas gambar besar Safee usai menyarangkan bola ke gawang Markus.

Dalam pertandingan final leg pertama AFF Suzuki Cup di Stadion Bukit Jalil semalam, timnas kebanggaan Indonesia dipaksa menyerah 0-3 oleh tuan rumah Malaysia. Pertandingan sempat terhenti 6 menit pada babak kedua akibat ulah suporter Malaysia yang menyorotkan laser ke beberapa pemain Indonesia sehingga mengganggu jalannya pertandingan.

(van/aan) (detik.com)

Timnas Malaysia Tiba di Jakarta

JAKARTA--MediaIndonesia.Com: Tim nasional Malaysia, Senin (27/12) siang tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Mereka akan memainkan laga kedua final Piala AFF 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu mendatang.

Tim Malaysia yang diasuh pelatih Rajagopal ini berpeluang besar untuk merebut tropi juara. Kemenangan 3-0 atas Indonesia di leg pertama membuat para pemain Malaysia cukup bermain imbang di leg kedua untuk menjadi juara.

Bahkan, jika kalah dengan selisih dua gol atau tiga gol dengan skor minimal 1-4, Malaysia tetap akan menjadi juara karena mampu mencetak gol di kandang lawan. Indonesia sendiri harus menang menimal dengan selisih empat gol untuk menjadi juara. Jika Cristian Gonzales dan kawan-kawan hanya menang 3-0 selama 90 menit dan dua babak perpanjangan waktu, pertandingan akan diakhiri dengan adu penalti. (OL-04)

Media Malaysia: Dendam Terbalas!

JAKARTA, KOMPAS.com - Hampir semua media massa Malaysia mengulas habis kemenangan "Harimau Malaya" atas tim nasional Indonesia 3-0 pada final pertama Piala AFF 2010, Minggu (26/12/2010).

Media-media tersebut memberitakan, kemenangan tadi malam merupakan balas dendam yang setimpal atas kekalahan telak 1-5 dari timnas Indonesia di babak penyisihan.

"Dendam terbalas! Garuda tersungkur ke bumi diterkam Harimau Malaya. Nampaknya reputasi Indonesia omong kosong belaka, karena anak-anak buah K. Rajagobal memastikan pendukung Malaysia berpesta di Stadium Nasional Bukit Jalil dengan kemenangan cukup menyakinkan 3-0," begitulah lead yang ditulis koran "Utusan Malaysia".

Koran ini juga mengatakan, luka kekalahan 1-5 pada babak penyisihan lalu terobati dengan kemenangan tadi malam. Malaysia pun berpeluang besar untuk pertama kali menjuarai Piala AFF.

Sementara Kantor Berita "Bernama" memberitakan, Malaysia akan lebih percaya diri untuk bertandang pada final kedua setelah membantai Indonesia tiga gol tanpa balas.

Judul-judul cukup pedas pun mewarnai pemberitaan. "Berita Harian" edisi online, misalnya, menurunkan judul berita "Giliran kita pula ganyang" (Giliran Kita yang Mengganyang). Mereka melaporkan, "Episode malam tadi lebih terarah kepada cerita sang Garuda bagai patah sayap dan pulang dengan mimpi ngeri ketika Harimau Malaya mengganas di Stadium Nasional."

Media itu yakin, Malaysia akan meraih trofi juara AFF 2010 meski harus tim tersebut masih melakoni final kedua.

Penyebab Kekalahan Indonesia Menurut Eddy Elison

Bola.net - Kegagalan Timnas Indonesia meraih angka dengan kalah 0-3 atas Malaysia pada pertandingan pertama final AFF Suzuki Cup 2010 di Kuala Lumpur pada Minggu malam sebagai akibat politisasi yang dilakukan pengurus PSSI, kata pengamat sepak bola Eddy Elison.

"Dengan melihat cara Timnas bermain dan juga mental para pemain di final leg pertama itu, jelas kekalahan ini akibat politisasi yang dilakukan pengurus PSSI yang terlalu menaruh harapan besar tanpa melihat kondisi yang sebenarnya," ujar Eddy Elison di Jakarta, Minggu.

Eddy yang mantan pengurus PSSI itu mengatakan pengurus PSSI demikian terlena dengan kemenangan-kemenangan yang telah dicapai Timnas di babak penyisihan grup hingga semifinal dan terlalu banyak mengklaim hal-hal yang hanya bersifat menguntungkan PSSI secara sepihak.

Hal itu juga menyebabkan PSSI banyak membuat acara untuk Timnas seperti acara-acara seremonial dengan mengabaikan pembinaan mental pemain dan tidak memberikan fokus kepada pemain untuk mempersiapkan diri secara maksimal.

Eddy Elison menambahkan para pemain Timnas belum cukup mental untuk menghadapi laga final dan pembinaan mental dan teknis merupakan salah satu kelemahan yang selama ini terjadi di PSSI dalam cara mempersiapkan tim.

"Pemain tidak perlu dibawa-bawa menghadiri berbagai macam acara, terpenting adalah bagaimana menyiapkan mental mereka. Baru saja mendapatkan kerikil kecil oleh gangguan sinar laser seperti sudah tidak berdaya."

"Saya tidak menentang acara pemanjatan doa, saya tidak menentang acara istighosah, dan saya tidak menentang pertemuan pemain dengan pejabat, tapi untuk sebuah Timnas yang jauh lebih penting adalah berikan mereka konsentrasi penuh mempersiapkan teknik dan mental," ujarnya.

Lebih dari itu, aspek politisasi demikian mencolok ketika PSSI menyinggung asal muasal dana yang selama ini `menghidupi` PSSI. Dan di sisi lain, Nurdin mengatakan skuad Timnas yang ada sekarang adalah merupakan hasil dari kompetisi Liga Super Indonesia yang dikelola PSSI sejak beberapa tahun lalu.

Eddy juga menyoroti peranan media-media elektronik (televisi) yang terlalu mengeksploitir para pemain, padahal skuad Timnas belum benar-benar teruji apalagi ketika ditambah pemain baru yang belum mengenal betul karakter dan atmosfer kompetisi di Tanah Air.

Diingatkannya bahwa kemenangan-kemenangan besar yang dicapai di babak penyisihan hingga lolos ke final tidaklah bisa dijadikan ukuran kekuatan Timnas yang sesungguhnya dan sistem pembinaan di PSSI benar-benar harus dirombak total, termasuk kepengurusannya.

"Malaysia, Thailand, maupun Vietnam, mereka baru saja tampil di Asian Games Guangzhou. Mereka sedang kelelahan dan banyak yang cedera, dan Malaysia berhasil melakukan pemulihan."

"Saya kira sudah saatnya Nurdin Halid meletakkan jabatannya karena secara fundamental benar-benar sudah gagal dalam memajukan sepakbola di Tanah Air," kata Eddy Elison

Pelatih dan Penyerang Timnas Malaysia Ingin Merumput di Indonesia

Bola.net - Sukses mendampingi Tim Malaysia di ajang Piala AFF tak membuat Krishnasamy Rajagopal puas. Arsitek Harimau Malaya ini masih memendam ambisi untuk bisa menjadi pelatih di klub yang berlaga di Indonesia.

Seperti dilansir Okezone, pelatih berusia 54 tahun itu mengaku ingin merasakan panasnya kompetisi di Indonesia. Apalagi, suporter Indonesia terkenal sangat fanatik dalam memberikan dukungan pada tim kesayangan mereka.

"Saya seorang profesional. Seusai laga final Piala AFF ini, saya ingin melatih di Indonesia. Semua bisa saja terjadi setelah turnamen ini,” kata Rajagopal.

"Saya belum tahu masa depan bersama timnas Malaysia seperti apa. Bila tidak ada tawaran dari Indonesia, pada dasarnya saya bisa melatih di mana saja. Saya tertantang untuk melatih di luar Malaysia."

"Saya berharap bisa menangani salah satu klub papan atas di Indonesia dengan mental juara tinggi. Timnas Malaysia yang saya tangani saat ini sebenarnya bukan yang terbaik karena sepuluh pemain cedera. Tapi, mereka punya motivasi dan mental juara,” tuturnya.

Sementara itu, senada dengan sang pelatih, penyerang Malaysia, Safee Sali, juga mengutarakan hasratnya untuk memperkuat salah satu klub di Indonesia. "Kemungkinan memperkuat klub di Indonesia tentu ada," katanya di stadion Bukit Jalil, seperti dikutip metrotvnews.

Namun, saat ini fokus penyerang kelahiran 29 Januari 1984 ini adalah untuk membawa Malaysia berjaya di Piala AFF. "Kami fokus menyelesaikan tugas ini. Target merebut kemenangan," tandasnya. (oke/metro/den)

Rajagopal: Indonesia hanya Jago Kandang

TRIBUNNEWS.COM - Sebelum laga leg pertama final AFF 2010 di stadion Bukit Jalil, pelatih Malaysia, K Rajagobal menyebut Indonesia hanya jago kandang. Dia yakin kalau main di luar negeri Indonesia pasti demam panggung.

Pernyataan Rajagopal ini sedikit banyak terbukti. Pada pertandingan tandang ini, skuad Timnas Indonesia tak seperti ketika tampil di depan publik sendiri. Firman Utina dan kawan-kawan bisa didikte pemain-pemain Malaysia.

“Mereka masih belum teruji jika bermain di luar Jakarta,” tegas Rajagopal seperti dilansir Newstraits Times.

Menurutnya, meskipun Indonesia memiliki rekor sempurna di Piala AFF kali ini, banyak yang tidak menyadari jika hal itu dicapai karena Indonesia bermain di kandang sendiri.

Menurutnya rekor menang karena 'jago kandang' itu belum tentu akan kembali terjadi jika Timnas Indonesia bermain di Malaysia.(*)

Timnas Kalah, Situs Malaysia Jadi Pelampiasan


Screenshot Situs Malaysia yang Di-hack
Jakarta
- Tumbangnya tim nasional di kandang Malaysia dalam leg pertama final Piala AFF 2010 menyisakan kekesalan tersendiri bagi kalangan peretas Tanah Air. Situs Malaysia pun jadi sasaran pelampiasan.

Menurut Irvan Nasrun, praktisi internet dan jaringan, ada sejumlah situs Malaysia berakhiran .my yang menjadi sasaran tembak usai Indonesia dibekuk tiga gol tanpa balas di Stadion Bukit Jalil tersebut.

Beberapa di antaranya adalah situs milik Sony Music Malaysia, situs efurniture, food-beverage, dan beberapa lagi lainnya. "Gara-gara Indonesia kalah lawan Malaysia, Hacker Indonesia menyerang web Sony Music Malaysia dan beberapa web lain," tukas Irvan kepada detikINET, Senin (27/12/2010).

Kondisi hubungan Indonesia-Malaysia di dunia maya memang tak ubahnya di dunia nyata, sering mengalami pasang surut. Saling serang antar dedemit maya kedua negara pun sering terjadi di internet.

Belum diketahui apa ada serangan balasan dari hacker Malaysia atas kejadian ini. Berikut beberapa situs Malaysia yang dilaporkan telah menjadi korban serangan hacker Indonesia:

http://directory.klang.net.my/
http://efurniture.com.my/
http://food-beverage.com.my/
http://k9.com.my/index.htm
http://blog.realestate.net.my/
http://www.verisance.com.my/manuals/index.htm
http://vmart.skymobile.com.my/osc/images/index.htm
http://galeri.seripekan.edu.my/
http://ari.uitm.edu.my/cache/
http://bin.my/cache/
http://www.sonymusic.com.my/images/a.txt

(detik.com)
( ash / rns )

Hacker Vietnam pun Serang Situs Malaysia


Screenshot Situs Malaysia yang Di-hack
Jakarta
- Tak cuma peretas Indonesia rupanya yang menyerang situs Malaysia. Dedemit maya asal Vietnam pun turut melakukan aksi serupa sebagai bentuk kekecewaan atas kekalahan tim nasionalnya dari tim Harimau Malaya.

Praktisi internet dan jaringan, Irvan Nasrun menuturkan, aksi deface ini terjadi setali tiga uang dengan apa yang dilakukan hacker Indonesia. Yakni atas dasar pelampiasan rasa kecewa karena tim kebanggaannya tumbang di laga Piala AFF 2010.

"Hacker Vietnam yang kecewa juga meng-hack web Malaysia," tukasnya kepada detikINET, Senin (27/12/2010).

Memang, situs Malaysia yang jadi sasaran pembobolan hacker Vietnam ini tidak sebanyak seperti halnya yang dilakukan peretas Indonesia. Menurut identifikasi Irvan, salah satunya adalah situs yang beralamat di http://www.football.com.my/.

Dalam situs yang dipermak itu, pelaku yang menamakan dirinya sebagai Mr Kubin menyusupkan gambar tengkorak. Kemudian di bagian bawah situs terdapat pesan yang menggunakan bahasa Vietnam bertuliskan "Ban chi la mot chu ga thoy :)".

Sebelumnya, tumbangnya tim nasional di kandang Malaysia dalam leg pertama final Piala AFF 2010 juga menyisakan kekesalan tersendiri bagi kalangan peretas Tanah Air. Imbasnya, situs Malaysia pun jadi sasaran tembak.

Beberapa di antaranya adalah Sony Music Malaysia, situs efurniture, food-beverage, dan beberapa lagi lainnya. "Gara-gara Indonesia kalah lawan Malaysia, Hacker Indonesia menyerang web Sony Music Malaysia dan beberapa web lain," pungkas Irvan.
(detik.com)
( ash / rns )

AFF 2010 : Digasak Malaysia, Peluang Merah Putih Tipis

Oleh Donny Afroni (goal.com)

Peluang Indonesia untuk meraih gelar juara AFF Suzuki Cup 2010 menjadi berat setelah menelan kekalahan 3-0 dari Malaysia dalam pertandingan leg pertama final di Stadion Nasional Bukit Jalil, Minggu [26/12] malam WIB.

Dengan hasil itu, maka Indonesia harus memetik kemenangan dengan selisih empat gol untuk menjadi juara. Sedangkan bagi Malaysia, kekalahan 2-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno sudah cukup mengantarkan mereka menjadi kampiun.

Bila berkaca dari pengalaman Malaysia yang memetik kemenangan 2-0 atas Vietnam di leg pertama semi-final, dan bermain imbang tanpa gol di Hanoi, tim Negeri Jiran akan menerapkan permainan grendel di Jakarta pada 29 Desember nanti untuk mengamankan keunggulan tiga gol atas Indonesia.

Bermain di kandang lawan, tim Merah Putih memberikan perlawanan sengit. Malaysia yang bernafsu untuk membalas kekalahan memalukan 5-1 pada pertandingan penyisihan Grup A lalu melakukan tekanan hebat ke pertahanan timnas senior.

Laga baru berjalan delapan menit saat terjadi tendangan sudut untuk Malaysia, penjaga gawang Markus Haris Maulana sempat melakukan protes karena ada sinar laser yang menyorot wajahnya.

Duel di lini tengah Indonesia dan Malaysia lebih sering terjadi di babak pertama ini. Selepas menit ke-15, tuan rumah mulai menguasai permainan. Sejumlah tekanan membuat pertahanan Indonesia harus bekerja keras menghalau bola.

Pada menit ke-19, Kunanlan Subramanian berhasil melewati dua pemain Indonesia sebelum melepaskan tendangan dari luar kotak penalti saat mendapat ruang tembak. Beruntung Markus masih sigap mengantisipasi datangnya bola.

M Ridwan melakukan kesalahan fatal beberapa menit kemudian. Operan Ridwa kepada Firman Utina di depan kotak penalti terlalu lemah, sehingga diserobot pemain Malaysia. Mohd Safiq Rahim yang mendapat bola melepaskan tendangan lambung, namun bola masih melambung di atas mistar gawang.

Setelah mendapat tekanan, Indonesia mencoba bangkit untuk menggempur pertahanan Malaysia. Peluang emas didapat Ahmad Bustomi yang berdiri bebas di sisi kanan pertahanan Malaysia di menit ke-28. Tapi tendangannya masih melebar tipis di sisi gawang Khairul Fahmi Che Mat.

Menjelang babak pertama usai, Firman melepaskan tendangan dari luar kotak penalti, tapi bola kembali melambung di atas mistar. Hingga babak pertama usai, skor imbang tanpa gol tetap bertahan.

Di babak kedua, Indonesia langsung menggebrak pertahanan. Laga baru berjalan tiga menit menit, Cristian Gonzales sudah menjebol gawang Malaysia, namun gol striker Persib Bandung itu dianulir wasit, karena dianggap berada dalam posisioff-side.

Pada menit ke-54, laga sempat dihentikan karena sinar laser semakin sering ditujukan kepada pemain Indonesia. Namun beberapa menit kemudian, pertandingan kembali dilanjutkan.

Perlahan-lahan, Malaysia mulai bisa mengimbang permainan timnas senior. Sejumlah serangan dibangun, tapi selalu kandas. Upaya Malaysia untuk menjebol gawang Indonesia mulai membuah hasil pada menit ke-61.

Lemahnya barisan pertahanan Indonesia dalam mengantipasi serangan Malaysia harus berbuah mahal. Kerja sama satu-dua melalui umpan-umpan pendek antara Norshahrul Idlan Talaha dan Mohd Safee sulit dihadang pemain timnas senior. Mohd Safee akhirnya menjebol gawang Markus.

Tujuh menit kemudian, operan pendek yang dikembangkan Malaysia membuat Indonesia kewalahan. Safee menjadi momok bagi pertahanan Indonesia, berawal dari pergerakan striker Malaysia itu, Markus untuk kedua kali memungut bola dari jala setelah tendangan keras M Ashari Samsudin merobek gawang Indonesia.

Unggul dua gol membuat Malaysia semakin menjadi-jadi. Tuan rumah berhasil memperbesar keunggulannya lewat Mohd Safee yang berdiri bebas tanpa pengawalan. Tandukan Mohd Safee pun menjebol gawang Indonesia pada menit ke-73. 3-0 untuk keunggulan Malaysia.

Indonesia yang berusaha mengejar ketertinggalan menemui kesulitan untuk menembus pertahanan solid Malaysia. Pasukan Merah Putih hanya bisa melepaskan tendangan dari luar kotak penalti.

Kendati mendapatkan peluang untuk mengejar ketertinggalannya, Indonesia tidak mampu menjebol gawang Malaysia. Hingga pertandingan berakhir, skor 3-0 untuk Malaysia tetap bertahan. (goal.com)

Selasa, 21 Desember 2010

Apple Hapus Aplikasi WikiLeaks dari AppStore

Ahmad Taufiqurrakhman - Okezone
screen-shot aplikasi WikiLeaks

CALIFORNIA - Aplikasi tidak resmi pada iPhone dan iPad yang membolehkan pengguna untuk melihat konten WikiLeaks serta mem-follow akun Twitter Wikileaks, telah dihapus dari appstore Apple.

Aplikasi yang dulunya ada di Appstore Apple tersebut memiliki deskripsi sebagai berikut,

"Aplikasi WikiLeaks memberikan akses instan ke dokumen-dokumen milik pemerintah yang paling rahasia. Anda kini dapat memiliki semua data WikiLeaks secara mudah pada iPhone anda," Demikian seperti yang dikutip dariTechCrunch, Selasa (21/12/2010).

Pada dasarnya, aplikasi berbayar tersebut menjual konten WikiLeaks dengan harga USD1,99. Aplikasi tersebut masuk ke Appstore Apple pada 17 Desember 2010. Hal ini cukup mengejutkan karena biasanya Apple cukup ketat jika menyangkut standar persetujuan untuk aplikasi yang masuk di Appstore mereka. Apalagi aplikasi ini adalah WikiLeaks, situs yang kini menuai banyak kecaman di sana-sini.

WikiLeaks adalah organisasi internasional yang bermarkas di Swedia. Situs Wikileaks menerbitkan dokumen-dokumen rahasia milik pemerintah sambil menjaga kerahasiaan sumber-sumbernya. Situs WikiLeaks yang biasa disebut sebagai 'whistle-blower' tersebut diluncurkan pada tahun 2006. Saat ini alamat situs telah dialihkan ke http://www.wikileaks.ch untuk alasan keamanan.
(srn)

Kamis, 16 Desember 2010

Piala AFF 2010 : Filipina Ungguli Indonesia di Twitter


Jakarta - Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Filipina 1-0 di semifinal pertama AFF Suzuki Cup 2010. Namun di dunia perkicauan Twitter, justru Filipina yang mengungguli Indonesia.

Setelah pertandingan Filipina kontra Indonesia di Jakarta, Kamis (16/12/2010), selesai, posisi trending topicalias topik yang paling sering dibicarakan di Twitter dikuasai oleh Azkals.

Sebagai informasi, Azkals adalah julukan timnas Filipina yang berarti 'street dog' alias anjing jalanan.

Trending topic Azkals ini mengungguli topik Timnas Indonesia yang berada di posisi keempat. Di antara Azkals dan Timnas Indonesia, ada dua topik lain yang tidak terkait laga Filipina vs Indonesia.

Padahal, topik Timnas Indonesia justru menjadi topik pertama yang masuk ke trending topic saat pertandingan berjalan. Namun perlahan kekuatan kicauan para pengguna Twitter di Filipina bergaung lebih keras.

Selain Azkals dan Timnas Indonesia, ada juga topik Younghusband. Ini adalah nama dua pemain Filipina yang kelahiran Inggris, Philip dan James Younghusband. Topik ini bertengger di posisi kelima.

Nama pencetak gol kemenangan Indonesia, Christian Gonzales (sic) bertengger di posisi keenam alias di bawah Younghusband. Di posisi ketujuh, ada topik Suyono, yakni nama gelandang lincah 'Merah Putih', Arif Suyono.

Piala AFF 2010 : Gonzales Bawa Kemenangan Indonesia

VIVAnews - Indonesia berhasil merebut kemenangan 1-0 atas Filipina di semifinal pertama Piala AFF, Kamis 16 Desember 2010. Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, gol tunggal Indonesia dicetak Cristian Gonzales di babak pertama.

Skor ini cukup mengecewakan mengingat tim Merah Putih menguasai pertandingan. Namun, jadi modal penting buat Indonesia untuk melaju ke leg kedua semifinal Pala AFF pada 19 Desember mendatang di Stadion yang sama.

Sesudah unggul 1-0 di babak pertama, Indonesia juga masih tampil dominan di paruh kedua. Tepat di menit 51, tim Merah Putih sudah bisa mencetak peluang emas pertamanya lewat tendangan bebas Firman Utina dari luar kotak penalti.

Empat menit kemudian, kembali Indonesia mengancam lewat striker Cristian Gonzales yang adu sprint dengan satu defender Filipina di depan jala yang sudah kosong ditinggalkan defender lainnya. Namun Gonzales 'kalah' dan hanya menghasilkan sepak pojok.

Masuknya Arif Suyono di menit 60 menggantikan Oktovianus Maniani juga menambah daya gedor Indonesia. Hanya tiga menit pasca menginjakkan kaki di lapangan, Arif bisa merepotkan Azkals -julukan Filipina- dengan teknik mencuri bola dan merangsek masuk pertahanan lawan. Sayangnya peluang ini masih gagal jadi gol.

Masuk menit 70, lagi Arif merepotkan defender Azkals dengan mengotaki serangan yang berbuah kemelut di depan gawang. Kembali, peluang ini gagal menjadi gol.

Filipina bukannya tidak menimbulkan ancaman di paruh kedua. Meski tidak setajam di babak pertama, Azkals nyaris saja menyamakan kedudukan di menit 73 setelah terjadi miskomunikasi antara kiper dan defender Indonesia.

Saat itu kiper Markus Haris Maulana meninggalkan posnya untuk mencegah jalannya bola. Tapi si kuit bundar masih melambung ke arah jala Indonesia dan membuat defender Indonesia, Zulkifli, turun ke mistar gawang untuk membuang bola.

Itu menjadi peluang terbaik Azkals sepanjang babak kedua. Sedangkan Indonesia meski mencetak beberapa peluang lagi, tidak ada satu pun yang berbuah gol. Skor pun bertahan 1-0 untuk kemenangan Indonesia.

Line Up Kedua Tim

Indonesia: Markus Haris Maulana; M Nasuha (Beny Wahyudi'84), Zulkifli Syukur, Maman, Hamka Hamzah; Firman Utina, Ahmad Bustomi, Oktovianus Maniani (Arif Suyono'60), M Ridwan; Irfan Bachdim (Bambang Pamungkas'67), Cristian Gonzales.

Filipina: Neil Leonard Dula; Robert James Dazo Gier, Anton Edward, Roel Jimena, Jason Nicolas Mari Dantes; James Younghusband, Nestorio Braga, Ian Bayona Araneta (Emelio Caligdong'59), Ray Anthony Pepito; Christopher Greatwich, Philip Younghusband

• VIVAnews

Renungan Cerita Masa Lalu

Seorang anak lelaki miskin. Ia sangat lapar,tapi tak punya uang. Anak itu memutuskan mengetuk pintu sebuah rumah untuk meminta makanan.

Namun keberaniannya lenyap saat pintu dibuka oleh seorang gadis muda. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya meminta segelas air.

Gadis itu tahu, anak ini pasti lapar. Maka, ia membawakan segelas besar susu.

Berapa harga segelas susu ini? " tanya anak lelaki ini "

Ibu mengajarkan kami, jangan minta bayaran atas perbuatan baik kami. " jawab si gadis muda itu "

Aku berterima kasih dari hati yang paling dalam. ! " balas anak lelaki "

Sekian tahun berlalu..

Gadis itu tumbuh menjadi wanita dewasa dan mengalami sakit kronis..

Dokter di kota kecilnya angkat tangan. Ia dibawa ke kota besar, dimana terdapat dokter spesialis.

Dokter Howard Kelly dipanggil untuk melakukan pemeriksaan.

Pada saat mendengar nama kota asal wanita itu, terbersit pancaran aneh dimata dokter tersebut.

Bergegas ia turun dari kantornya di lantai atas menuju kamar wanita tersebut.

Dalam balutan baju putih kedokterannya, ia langsung mengenali wanita itu.

Setelah melalui perjuangan panjang, akhirnya wanita itu bisa disembuhkan.

Wanita itu menerima amplop tagihan RS dalam ketakutan. Ia tak akan mampu membayar, meski dicicil seumur hidup. Dengan tangan bergetar, ia membuka amplop itu, dan menemukan catatan dipojok atas tagihan...

"Telah dibayar lunas dengan segelas susu"

dr. Howard Kelly.

Note :

dr. Howard Kelly?
adalah anak kelaparan yang pernah ditolong wanita tersebut.

disadur dari buku pengalaman dr. Howard Kelly dalam perjalanannya melalui Northern Pennsylvania.

Denpasar Dilanda Hujan Es

DENPASAR, KOMPAS.com - Hujan lebat yang mengguyur wilayah Denpasar dan sekitarnya, Kamis (16/12/2010) mulai pukul 15.30 WITA disertai hujan es di kawasan Jalan Gunung Agung, Kecamatan Denpasar Barat. Warga yang baru pertama kali melihat hujan es ini merasa takut dan enggan keluar rumah.

Ini pertama kali seumur hidup, warga juga takut keluar karena suara petir dan kilat yang kencang.
-- Nyoman Wirya

“Sekitar sepuluh menit setelah hujan tiba-tiba ada suara seperti lemparan batu, setelah diperhatikan ternyata ada pecahan es berbentuk kubus ukuran 1x1 centimeter,” ujar Nyoman Wirya, salah seorang warga Gunung Agung, yang melihat langsung peristiwa langka ini.

“Ini pertama kali seumur hidup, warga juga takut keluar karena suara petir dan kilat yang kencang,” ujarnya.

“Esnya bening seperti di dalam freezer, ada juga yang sudah mencair,” kata Nyoman.

Salah seorang pemilik bengkel di Jalan Gunung Agung juga melihat langsung peristiwa hujan es ini.

“Kaget, tadi lagi makan kok ada orang yang lempar batu ke rumah, ternyata setelah dilihat ada es batu seukuran jempol orang dewasa,” ujar I Wayan Prima, warga jalan Gunung Agung.

Saat peristiwa hujan es ini terjadi, embusan angin tidak terlalu kencang namun listrik langsung padam hingga saat ini. Selain Jalan Gunung Agung, kawasa di sekitar Jalan Merpati, Denpasar juga terjadi hujan es.

Telenesia9 MMX