Tampilkan postingan dengan label Televisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Televisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 April 2011

10 Trik Sulap Terhebat Sepanjang Masa

1. Menggergaji Diri Sendiri Menjadi 2 Bagian

trik sulap

Dimainkan oleh David Copperfield, aksi gergaji maut ini seolah-olah mengisahkan upaya meloloskan diri yang gagal.
Sang pemain diikat terbaring di sebuah meja sementara diatasnya terpasang gergaji bulat besar yang dapat diturunnaikkan. Setelah diikiat dengan pelbagai borgol dan belenggu, si pemain ditutup dalam sebuah kotak. Gergaji lalu berputar dan turun pelan-pelan mendekati kotak. Beberapa saat kemudian salah satu sisi kotak jatuh terbuka memperlihatkan si pemain berkutat untuk membebaskan diri dari belenggu-belenggu. Tapi sebelum dia berhasil meloloskan diri, gergaji sudah turun menembus dan memotong kotak. Pisau gergaji lalu memotong putus tubuh si pemain beserta mejanya. Kedua potongan meja lalu digeser saling menjauh hingga tubuh si pemain terlihat jelas menjadi dua potongan terpisah. Lalu nampak si pemain memerintahkan agar dilakukan proses sebaliknya. Kedua potongan tubuh dan menjanya ditempelkan jadi satu lagi, gergaji diangkat naik dan kotak menyatu lagi. Klimaksnya si pemain muncul keluar dari kotak tanpa cedera sedikit pun.

2. Dibekukan Dalam Es Selama Lebih Dari 60 Jam

trik sulap

Pada tanggal 27 Nobember 2000, Blaine melakukan suatu aksi yang dinamai “Beku Dalam Waktu”, dan diliput khusus oleh TV. Blaine berdiri terhimpit dalam blok es padat di lapangan Times Square, New York City. Balok esnya transparan dan ditaruh di sebuah panggung kecil hingga terlihat dia memang berada di dalamnya terus selama pertunjukkan. Ia Cuma berpakaian sedikit dan tampak sudah menggigil bahkan sebelum bongkahan-bongkahan es dipasang rapat di sekeliling dirinya. Ia bernapas dan minum melalui sebuah selang dan satu selang lagi dipasang untuk buang air kecil. Ia bertahan disekap dalam balok es itu selama 63 jam, 42 menit dan 15 detik sebelum akhirnya balok es dibongkar dengan gergaji mesin. Ketika dikeluarkan dari balok es itu, ia nampak ling lung dan kehilangan orientasi. Ia segera diselimuti dan cepat-cepat dibawa ke rumah sakit karena dokter takut tubuhnya mungkin mengalami goncangan berat. Dalam dokumentasi yang direkam setelah peristiwa aksi ini, Blaine bercerita bahwa “perlu waktu satu bulan” sebelum ia mampu berjalan normal lagi dan ia tak sudi lagi melakukan aksi seperti itu. Di subuh hari tanggal 1 Januari 2010, rekor Blaine tersebut dipecahkan oleh seorang pemain dari Israel, Hezi Dayan yang berhasil bertahan dalam balok es selama 64 jam.

3. Berjalan Di Atas Air

trik sulap

Seorang Illusionist bernama Criss Angel, berjalan di atas air sebuah kolam renang disaksikan sekelompok kecil orang.

4. Bertahan Di Semprot Api Yang Panasnya Lebih Dari 2000 Derajat

sulap

Dalam aksi ini, pesulap David Copperfield mencoba bertahan terhadap semprotan api besar yang suhunya lebih dari 2000 derajat selama kurang dari satu detik.

5. Melenyapkan Patung Kemerdekaan
sulap

Di tahun 1983 Jim Steinmeyer dan Don Wayne menciptakan pertunjukkan untuk TV dimana seolah-olah patung kemerdekaan bisa dilenyapkan, tapi itu belum sempat disiarkan. David Copperfield mengambilalihnya dalam sebuah pertunjukkan ilusi. Ia memerintahkan sebuah tirai raksasa dikerek naik menutupi pandangan ke arah pulau Liberty dimana patung berada, lalu beberapa detik kemudian tirai diturunkan dan terlihat tempat dimana tadinya patung berdiri sekarang kosong, sebuah helikopter melayang diatasnya merekam ilusi itu dari udara, dan memang patungnya seolah-olah hilang lenyap dan yang tinggal hanya lingkaran cahaya yang mengelilingi patung tersebut. Untuk membuktikan bahwa patung itu benar-benar tidak ada lagi di tempatnya, Copperfield menyorotkan 2 lampu sorot melewati tempat itu dan nyatanya sinar lampu tidak terhalang apa pun. Sekelompok penonton menyaksikan itu semua dari suatu tempat khusus yang tertutup dan kebanyakan kameranya merekam dari tempat itu juga.

6. Melayang Di Atas Grand Canyon

sulap terhebat

Dalam pertunjukkan spesial TV-nya yang ke-6, David Copperfield melayang di atas Grand Canyon, judulnya: ”Mujizat ke VI David Copperfield : Melayang Di Atas Grand Canyon.” Tidak ada efek spesial TV atau tirai hijau digunakan dalam pertunjukkan itu dan juga tak mungkin sebab pada tahun 1984 teknologi untuk itu belum ada, tidak seperti sekarang.

7. Mencabut Gigi Depan Sembarang Gadis Penonton

sulap

David Blaine dalam pertunjukkan spesialnya : ”Ditenggelamkan Hidup-Hidup”, sempat mempertontonkan trik sebagai berikut : ia memasukkan jari-jarinya ke mulut seorang gadis penonton dan mencabut lepas dua buah gigi si gadis. Si gadis berteriak-teriak dan menjilat-jilatkan lidahnya ke lubang gusi yang sudah tak ada giginya itu. Blaine lalu memasukkan gigi gadis itu ke dalam mulutnya sendiri lalu meludahkannya menancap kembali ke tempat semula di gusi gadis tersebut.

8. Menelan Bor Beton (Jack Hammer)

sulap

Menelan pedang sudah cukup menakjubkan tapi bagaimana dengan menelan bulat bor beton yang mesinnya dihidupkan. Dan Thomas Black Thorne benar-benar sanggup melakukannya. Dalam sebuah pertunjukkan TV ia menelan sebuah bor beton yang mesinnya dijalankan, dan itu memang kemampuan khasnya. Ini disiarkan langsung dalam pertunjukkan TV Jerman.

9. Dikubur Hidup-Hidup

sulap

Pesulap Criss diborgol lalu dimasukkan ke sebuah peti mati yang kemudian dikubur di dalam tanah sedalam 6 kaki (180cm), tapi dia berhasil lepas keluar.

10. Dua Orang Serentak Menangkap Peluru Yang Ditembakkan

trik sulap

Menangkap peluru sungguh suatu ilusi yang menakjubkan dimana si pesulap menangkap peluru yang ditembakkan langsung mengarah kepadanya. Dalam pertunjukkan ini digunakan sebuah senapan yang diisi dan dioperasikan oleh seseorang yang paham akan senjata api hingga diyakini tak ada akal-akalan disitu. Seringkali pula pelurunya diberi tanda oleh salah seorang penonton agar nanti dapat dikenali kembali. Diupayakan benar-benar agar jelas terlihat si orang yang menembakkan senapan tidak bersentuhan dengan orang yang menangkap peluru, keduanya berdiri terpisah sejak semula. Sewaktu pesulap Penn dan Teller melakukan pertunjukkan menangkap peluru, di mana masing-masing serentak menangkap peluru yang saling ditembakkan oleh keduanya, sebuah garis sengaja ditarik melintang di tengah panggung untuk menandai tak seorang pun dari keduanya menyeberang ke sisi yang lain. Agar makin tegang dan dramatis, senapan-senapan yang dipakai di pertunjukkan itu sengaja dipasangi teropong laser.


Selasa, 09 November 2010

Menarik, Pertama Kalinya Tekanan Opini Publik Berhasil Hentikan Tayangan SILET-RCTI

Bikin Resah, Tayangan Silet Akhirnya Distop

Senin, 08 November 2010 | 19:11 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia menjatuhkan sanksi penghentian sementara program tayangan infotainment Silet di RCTI. "Kami memberikan sanksi penghentian sementara ke tayangan silet karena terbukti menimbulkan keresahan di masyarakat," kata Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Dadang Rahmat di kantornya, Senin (8/11).

Seperti ditetahui, tayangan Silet di RCTI menuai kontroversi. Dipandu presenter Fenny Rose, tayangan edisi Ahad, 7 November itu menampilkan soal bencana Gunung Merapi yang meletus. Fenny membuat pernyataan yang menyebut kalau Yogyakarta adalah kota malapetaka dan Senin, 8 November 2010, akan terjadi bencana besar. Sumber yang dipakai Fenny Rose adalah sejumlah paranormal.

Menurut Dadang, sanksi terpaksa dijatuhkan karena tayangan program infotainment Ahad 7 November soal bencana Gunung Merapi dianggap berlebihan. Tayangan itu, kata Dadang, juga menimbullkan keresahan masyarakat. " Otoritas KPI menjatuhkan sanksi sesuai UU Penyiaran no.32 tahun 2008" ujarnya.

Dadang juga menegaskan, KPI memutuskan, program tayangan Silet tak dapat ditayangkan hingga pemerintah menurunkan status bencana Merapi menjadi Siaga. "Kesalahan utama menyampaikan informasi yang tampaknya tidak benar dan ada dampak psikologis di masyarakat Yogyakarta,"kata Dadang.

Sebelum menjatuhkan sanksi, kata Dadang, KPI mengaku mendapat 1128 keluhan dari masyarakat tentang tayangan itu. Jumlah keluhan itu diperoleh dalam kurun waktu 2 hari semenjak ditayangkannya program hari Minggu kemarin."Bahkan kami juga dapat informasi ada sejumlah 550 warga yang berpindah dari Muntilan ke Nanggulan setelah menonton tayangan itu," ujarnya.

Dadang meminta lembaga penyiaran lebih berhati-hati dalam hal pemberitaan. Keakuratan informasi suatu berita yang didapat, kata Dadang, harus sangat diperhatikan. "Informasi yang tepat dan akurat sangat membantu tapi kalau tidak justru akan memberikan masalah" kata Dadang menjelaskan.
http://www.tempointeraktif.com/hg/ke...290379,id.html




Silet Dihentikan, Fenny Rose Rehat

Selasa, 9 Nopember 2010 | 00:17 WIB
JAKARTA | SURYA Online - Gara-gara program acara Silet yang dia pandu menuai kontroversi, Fenny Rose akhirnya memutuskan untuk rehat sementara waktu dari acara tayangan tersebut. Sebagaimana diketahui, acara Silet yang ditayangkan RCTI pada Minggu (7/11/2010), dengan mengangkat tema bencana Gunung Merapi, dikecam banyak pihak karena dinilai memberikan informasi yang menyesatkan dan meresahkan masyarakat.

“Atas segala kejadian yang tidak mengenakkan semua pihak, termasuk diri saya sendiri, saya memutuskan untuk beristirahat dari kegiatan presenter Silet agar bisa mengintrospeksi diri,” kata Fenny di Jakarta, Senin (7/11/2010).

Namun, Fenny tidak menerangkan lebih jauh hingga kapan dia akan beristirahat dari acara tersebut.

Seperti diberitakan, acara Silet yang ditayangkan pada Minggu menimbulkan protes dari berbagai kalangan. Salah satu hal yang menimbulkan protes adalah tayangan tersebut menyampaikan pesan bahwa akan terjadi gempa besar pada 8 November 2010 sebagai dampak dari letusan Gunung Merapi. Dampak dari kontroversi materi tersebut, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menghentikan sementara tayangan Silet.

Fenny mengatakan bahwa sebagai presenter, dia hanya membacakan naskah yang sudah disiapkan oleh tim redaksi. “Saya adalah presenter program infotainment Silet yang menjalankan peran murni sebagai presenter, yang bekerja berdasarkan naskah yang sudah disiapkan,” tandasnya.

Bantah Sebut Kota Malapetaka

Fenny Rose menampik tegas bahwa dirinya pernah mengucapkan “Yogyakarta adalah kota malapetaka” seperti yang banyak beredar lewat pesan berantai melalui pesan singkat atau SMS, Blackberry Messenger, hingga jejaring sosial Twitter dan Facebook.

“Saya Fenny Rose secara pribadi, hari ini, ingin meluruskan pesan-pesan berantai yang beredar luas bahwa dalam tayangan Silet pada 7 November 2010, saya tidak pernah membacakan naskah, apalagi membuat pernyataan bahwa ‘Yogyakarta adalah kota malapetaka’,” katanya.

Dia lalu mengucapkan naskah yang menurutnya telah dibacakan saat membawakan acara tayangan Silet yang menuai kontroversi tersebut. “Dalam tayangan tersebut, naskah yang saya baca antara lain berbunyi, ‘Puncak letusan Merapi kabarnya akan terjadi hari ini (7/11) hingga esok hari pada bulan baru yang jatuh pada tanggal 8 November. Ahli LAPAN selalu mencatat, hampir semua letusan dan guncangan gempa muncul pada bulan baru. Lantas apa yang akan terjadi dengan Yogyakarta? Mungkinkah Yogyakarta, kota budaya yang elok, akan tergolek lemah tak berdaya? Benarkah Yogya yang dalam banyak lagu digambarkan begitu indah akan berubah menjadi penuh malapetaka?’” beber Fenny.
http://www.surya.co.id/2010/11/09/si...ose-rehat.html

Jumat, 22 Oktober 2010

Mbak Tutut Akan Polisikan Perubahan Nama TPI Jadi MNC TV

Mbak Tutut Akan Polisikan Perubahan Nama TPI Jadi MNC TV
TRIBUNNEWS.COM/ANWAR SADAT
Siaran MNC TV

"Manajemen TPI yang syah, akan melaporkan semua pihak yang terlibat dalam perubahan TPI menjadi MNC TV kepada Kepolisian,"
Hari Ponto,kuasa hukum Mbak Tutut

Laporan wartawan tribunnews.com, samuel febriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
- PT Media Nusantara Cipta (MNC) dituding telah lancang dan melakukan tindakan ilegal dengan merubah brand nama TPI menjadi MNC TV.

Menurut kuasa hukum, Siti Hardiyanti Rukmana, pihak yang mengaku menjadi pemilik sah TPI menyatakan akan melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.

"Manajemen TPI yang syah, akan melaporkan semua pihak yang terlibat dalam perubahan TPI menjadi MNC TV kepada Kepolisian," ujar anggota Kuasa Hukum Siti Hardiyanti Rukmana, Hari Ponto dalam jumpa pers, di Kantor advokat Kailimang Ponto and Partner, di Gedung Menara Kuningan, Jakarta, Kamis (21/10/2010).

Ia menambahkan, atas tindakan yang dilakukan PT MNC dengan mengubah nama TPI menjadi MNC TV, berimbas pada seluruh siaran yang ditayangkan ke seluruh Indonesia per tanggal 20 Oktober, merupakan acara yang ilegal. Hal itu terangnya karena MNC TV diduga tidak memilik izin penyelenggaraan acara.

sumber : "http://www.tribunnews.com/2010/10/21/mbak-tutut-akan-polisikan-perubahan-nama-tpi-jadi-mnc-tv"

"Perubahan TPI menjadi MNC TV adalah upaya untuk menyesatkan persepsi publik tentang pemilik yang sah TPI," kata dia.

Sementara itu, kuasa hukum lain, Deny Kailimang mengaku saat ini tengah menelusuri pihak-pihak yang harus bertanggung jawab terkait perubahan nama ini.

"Saat ini kita sedang mencari siapa saja pihak yang berani merubah nama. Apakah itu direksi atau manajemen lain," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, kedua orang tersebut menegaskan bahwa kepemilikan syah TPI atas nama Siti Hardiyanti Rukmana.
Hal itu berdasarkan, surat pengesahan Depkumham tertanggal 21 maret 2005 yang menjadi dasar hukum klaim kepemilikan MNC atas TPI telah dinyatakan batal demi hukum oleh Kementrian Hukum dan Ham.

Hal itu, karena pengesahan atas akta-akta tersebut diperoleh dengan cara melakukan sabotaso instansi negara (Memblokir) pendaftaraan RUPS yang diselenggarakan oleh Mbak Tutut, panggilan akrab Siti Hardiyanti Rukmana.

"Sabotase bisa dilakukan karena pengendali Sisminbakum adalah masih kelompok usaha MNC yang dipimpin Hary Tanoesoedibyo," kata Hari Ponto.


Ubah Imej TV Pendidikan, TPI Ganti Nama

Detail Berita
(Foto:Mahfiroh/okezone)

JAKARTA - Setelah mengudara selama hampir 19 tahun lamanya, TPI mengubah merk dan logonya menjadi MNCTV. Perubahan tersebut pun bukan tanpa sebab. Hary Tanoesoedibjo selaku CEO MNC Group mengungkapkan, TPI masih dipersepsi kuat sebagai televisi pendidikan, karena huruf 'P' yang berarti pendidikan.
"Memang benar, awal terbentuknya TPI itu TPI mendapat izin mengudara sebagai stasiun tv pendidikan. Padahal sudah sejak 1997, TPI mengantongi izin baru sebagai stasiun televisi umum seperti sejumlah televisi swasta lainnya. Jadi nama berubah bukan karena berita yang ada di sejumlah media, beberapa waktu lalu," ucap Hary, ditemui di Hotel Crowne, Jakarta, Kamis (21/10/2010).

Untuk menghapus persepsi yang kurang pas dan memperkuat posisi sebagai stasiun televisi swasta nasional unggulan serta meningkatkan citra perusahaan dalam menghadapi persaingan, maka TPI berganti nama.

"Mulai 20 Oktober 2010, TPI berubah menjadi MNCTV dengan slogan 'Selalu di hati'. Semoga hadirnya MNCTV, bisa memperbaiki kinerja karyawan dan meningkatkan pengiklan yang masuk. Karena data terakhir dari AGB Nielsen, TPI berada di top 4 stasiun tv nasional, tetapi tidak diiringi jumlah iklan yang besar," urainya.

Perubahan MNCTV itu hanya pergantian nama di udara. Tetapi secara hukum, namanya masih menggunakan TPI.

"Perubahan brand nama salah satu televisi yang ada di group MNC bukan secara mendadak, tetapi prosesnya sudah berjalan hampir 1 tahun lamanya. Untuk NPWP dan sebagainya, secara hukum masih TPI. Selain itu, tayangan favorit pemirsa TPI akan tetap ditayangkan seperti API, KDI sekarang merubah nama menjadi KDI Star, dan Rahasia ilahi," imbuhnya.
(ang)

Telenesia9 MMX