Sabtu, 21 Mei 2011
Contoh-Cotoh Arti dari Hemat
Dengan semakin mahalnya tanah dan rumah, ruang atau tempat penyimpanan (storage)yang tidak memakan ruang menjadi kebutuhan yang tidak terelakkan, berikut adalah beberapa ide brilian untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
Laci tangga
Biasanya hanya ruang kecil di bawah tangga yang digunakan sebagai tempat penyimpanan yang berantakan (ingat film Harry Potter). Berbeda dengan tangga yang didesain oleh Unicraft Joinery dari Australia ini, setiap tingkatnya berfungsi sebagai laci penyimpanan, sehingga ruang yang biasanya terbuang di bawah tangga dapat berfungsi secara optimal.
Tangga rak buku
tangga yang didesain oleh Manuel Maia Gomes ini mampu menyimpan 6000 buku, bayangkan berapa besar ruang yang dapat dihemat.
Clever kitchen
Dengan kitchen set buatan CC Concept dari New Zealand ini kita dapat menghemat ruang dapur kita. Kitchen set ini berbentuk lemari silinder, di mana dapat diputar 180 derajat dan mampu memuat hampir seluruh peralatan dapur dan berfungsi pula sebagai penyimpanan bahan makanan.
Bookseat
Konsep ini menggabungkan antara kursi santai dengan rak buku dengan memanfaatkan ruang di sisi bawah kursi. Rak buku diatur secara jenius memenhi hampir seluruh sisi bawah dan belakang dari kursi.
Spiral cellar
Tempat penyimpanan minuman anggur (wine) yang harus dimiliki oleh pecinta wine yang tidak memiliki cukup ruang untuk menyimpan koleksinya. Ruangan ini di buat di bawah tanah, dengan pintu masuk kecil yang tidak menyolok sehingga tetap menyatu dengan ruangan. Ide briliannya adalah menyatukan tempat meletakkan wine, melingkar mengikuti lekukan tangga memudahkan pengambilan dan menambah ruang simpan.
Tangga penyimpanan buku
Ruang penyimpanan jenius ini didesain oleh Levitate Architecture and Design Studio, Inggris. Firma ini berhasil menciptakan penghematan ruang yang luar biasa dengan menggabungkan tangga melingkar yang memenuhi ruangan, dengan rak- rak buku di sela- sela anak tangganya.
Blob
Blob adalah sebuah container besar berbentuk telur yang dapat digunakan sebagai ruang penyimpanan, serta dapat digunakan sebagai kamar tambahan atau kantor sementara bila diperlukan. Obyek ini didesain oleh dmvA, Belgia dan mendapat kehormatan untuk didispali di Verbeke Artfoundation.
Posted by Adi Widjaja, M.Sc.
Alat Makan Terunik
Din-ink
Anda tinggal memasangnya pada ballpoint, perlengkapan makan praktis ini dapat langsung Anda gunakan. Sangat cocok untuk anak sekolahan atau karyawan kantor.
Sumpit wadah kecap
courtesy of Toxel
Sumpit kreatif ini memungkinkan Anda menambahkan kecap atau saus pada makanan Anda tanpa perlu mengambil yang tersedia di meja. Dengan sedikit tekanan pada pangkal sumpit, ujung sumpit akan mengeluarkan saos atau kecap yang telah Anda siapkan. Dua pasang sumpit ini di Jepang dihargai sekitar USD 21.
Sendok yang bisa dimakan
Sendok yang diberi nama Reclaim ini 100% terbuat dari biji sorghum, ramah lingkungan dan aman untuk dimakan.
Chopstick Aid
Produk ini menyasar bagi orang- orang yang tidak terampil menggunakan sumpit. Chopstick Aid tinggal dipasangkan pada uujung sumpit Anda untuk merubah funsi sumpit menjadi garpu.
Froggetmee
Dengan alat ini, kita dapat menyumpit mie dan menyendok kuahnya sekaligus tanpa berganti alat. Kombinasi sumpit dan sendok seharga USD 8 ini mendapatkan penghargaan Good Design 2006 dari Chicago Athenaeum: Museum of Architecture and Design.
Twister
Konsep garpu ini memecahkan masalah tergelincirnya atau melorotnya pasta atau mie yang kita gulung pada garpu. Ujung pada garpu ini dibuat bergelombang sehingga mie atau pasta dapat melekat lebih kuat.
Trinacria
Kombinasi antara pisau, garpu, dan sendok ini dijual USD 25 setiap setengah lusinnya. Sangat cocok untuk pesta kebun atau piknik.
Airplane Baby Spoon
Courtesy of Muppet Feet
Sendok berbentuk pesawat ini akan memungkinkan anak kecil untuk makan sambil bermain, sehingga diharapkan akan memudahkan proses menghabiskan makan mereka.
Credit Card Cutlery
Perlengkapan makan praktis ini dibuat ringkas sebesar kartu kredit, sehingga dapat dibawa di dalam dompet Anda, untuk sewaktu- waktu digunakan makan salad atau yoghurt.
Posted by Adi Widjaja, M.Sc.
Kursi-Kursi Unik
Swing
Kursi goyang keren ini didesain oleh Denis Santachiara untuk Domodinamica, perusahaan furniture ternama dari Italia. Kursi ini mampu bergoyang secara dinamis ke segala arah.
Kursi Ferrari F360
Kursi kantor seharga USD 8.000 ini dibuat dari kursi mobil Ferrari F360 Challenge car yang asli.
Bookcase Chair
Kursi knock down desain dari Gail Peter Borden ini memadukan rak pentimpanan buku dengan sebuah kursi, hasilnya sebuah kursi yang praktis untuk para pecinta buku. Kursi ini dapat diperoleh di Yanko Design dengan harga USD 750.
Kursi goyang pembangkit listrik
Konsep kursi ini dibuat oleh Ryan Klinger. Kursi ini mampu merubah energi yang ditimbulkan goyangan kursi menjadi listrik yang dapat digunakan untuk men-charge perlengkapan elektronik seperti HP atau kamera.
Go
Sebuah konsep kursi yang menarik dari Rizki Tarisa, sebuah kursi hitech yang mampu memenuhi kebutuhan modern serta kenyamanan dari penggunanya. Dilengkapi sebuah meja untuk meletakkan laptop serta generator listrik tenaga pedal.
Hechima 4
Sofa unik hasil karya arsitek Jepang Ryuji Nakamura ini terbuat dari bahan modern yang disebut vucanized fibre, yaitu serat selulosa dari tanaman yang dilaminasi dengan plastik, menghasilkan bahan yang ringan dan kuat. Meski kursi ini terlihat sangat lemah, namun kekuatannya luar biasa.
Myrkr
Kursi ini adalah suatu pencapaian bagi seorang ahli perkayuan. Hanya dibuat dari kayu tanpa baut ataupun paku dari logam. Dibuat secara presisi dari plywood yang dipotong dengan laser. Kursi keren ini dibuat oleh Warren Office for Research and Design (WORD).
Accupunto
courtesy of Manager Magazin
Seri kursi yang memiliki permukaan kursi seperti permukaan dari sandal accupressure karya Leonard Theosabrata ini berhasil memenangkan berbagai kontes bergengsi, diantaranya Red Dot Design Award 2003 di Jerman, Well tech Award 2006 di Itali, dan mendapat kesempatan untuk dipamerkan di Museum Science and Technology selama Milan Fair pada tahun 2006.
Posted by Adi Widjaja, M.Sc.
