Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Mei 2011

Garuda OS, Sistem Operasi Lokal Bagi Kebangkitan TI Nasional

Jakarta - Puluhan tahun ini bangsa Indonesia memiliki ketergantungan terhadap software bajakan. Pada momen Kebangkitan Nasional ini, telah lahir sistem operasi lokal bernama Garuda OS.

"Hari Kebangkitan Nasional 2011 ini merupakan saat yang tepat untuk kita mulai belajar mandiri dan bangkit – khususnya di bidang TI – dengan mulai beralih dari menggunakan sistem operasi Windows bajakan ke Garuda OS," tulis keterangan pada situs Garuda OS, Jumat (20/5/211).

Garuda adalah sistem operasi berbasis Open Source kreasi dari pengembang lokal. Garuda menggunakan desktop modern yang menawan dan sangat mudah dipergunakan, bahkan oleh para pengguna yang sudah terbiasa dengan Windows.

OS karya anak bangsa ini mendukung penggunaan dokumen format SNI (Standar Nasional Indonesia). Garuda juga sangat aman dari gangguan virus komputer, stabilitasnya tinggi, disertai dukungan bahasa Indonesia dan dilengkapi dengan banyak program dari berbagai macam kategori.

"Kemandirian (TI) Indonesia tidak akan pernah terwujud selama kita tidak berani bangkit untuk melakukan perubahan. Agar bisa mandiri, kita harus mulai berani untuk melepaskan diri dari belenggu software bajakan dan beralih ke software legal buatan lokal," imbuh isi pesan dalam situs Garuda OS.

Penasaran ingin mencoba OS ini? silakan kunjungi link berikut.


Berikut adalah beberapa aplikasi yang ada pada Garuda OS:

Perkantoran :
  • LibreOffice 3.3 – disertai kumpulan ribuan clipart, kompatibel dengan MS Office dan mendukung format dokumen SNI (Standar Nasional Indonesia)
  • Scribus – desktop publishing (pengganti Adobe InDesign, Page Maker)
  • Dia – diagram / flowchart (pengganti MS Visio)
  • Planner – manajemen proyek (pengganti MS Project)
  • GnuCash, KMyMoney – program keuangan (pengganti MYOB, MS Money, Quicken)
  • Kontact – Personal Information Manager / PIM
  • Okular, FBReader – universal document viewer
Internet :
  • Mozilla Firefox 4.0.1, Chromium, Opera – web browser (pengganti Internet Explorer)
  • Mozilla Thunderbird – program email (pengganti MS Outlook)
  • FileZilla – upload download / FTP
  • kTorrent – program bittorrent
  • DropBox – Online Storage Program (free 2 Gb)
  • Choqok, Qwit, Twitux, Pino – aplikasi microblogging
  • Google Earth – penjelajah dunia
  • Skype – video conference / VOIP
  • Gyachi, Pidgin – Internet messenger
  • xChat – program chatting / IRC
  • Kompozer, Bluefish – web / html editor (pengganti Dreamweaver)
  • Miro – Internet TV
Multimedia :
  • GIMP – editor gambar bitmap (pengganti Adobe Photoshop)
  • Inkscape – editor gambar vektor (pengganti CorelDraw)
  • Blender – Animasi 3D
  • Synfig, Pencil – Animasi 2D
  • XBMC – multimedia studio
  • kSnapshot – penangkap gambar layar
  • Digikam – pengelola foto digital
  • Gwenview – Photo Viewing Client
  • Amarok – audio player + Internet radio
  • Kaffeine – video / movie player
  • TVtime – television viewer
  • Audacity – audio editor
  • Cinelerra, Avidemux – video editor
Edukasi :
  • Matematika – aljabar, geometri, plotter, pecahan
  • Bahasa – Inggris, Jepang, permainan bahasa
  • Geografi – atlas dunia, planetarium, kuis
  • Kimia – tabel periodik
  • Logika Pemrograman
Administrasi Sistem :
  • DrakConf – Computer Control Center
  • Synaptic – Software Package Manager
  • Samba – Windows sharing file
  • Team Viewer – remote desktop & online meeting
  • Bleachbit – pembersih sistem
  • Back in Time – backup restore sistem
Program Bantu :
  • Ark – program kompres file (pengganti Winzip, WinRar)
  • K3b – pembakar CD/DVD (pengganti Nero)
  • Dolphin – file manager
  • Cairo Dock – Mac OS menu dock
  • Compiz Fusion + Emerald
  • Emulator DOS + Windows
Game :
  • 3D Game Maker
  • Mahjong, Tetris, Rubik, Billiard, Pinball, BlockOut, Sudoku, Reversi
  • Solitaire, Heart, Domino, Poker, Backgammon, Chess, Scrabble
  • Frozen Bubble, Flight Simulator, Tron, Karaoke
  • City Simulation, Fighter, Doom, Racing, Tremulous FPS
  • DJL, Play on Linux, Autodownloader – game manager / downloader


( fw / fyk )

Jumat, 25 Februari 2011

Tempat di Indonesia yang Seperti di Luar Negeri

Serasa melintas di negara bagian US ya, BUKAN ini Jembatan Suramadu



Mirip Kota Gaza ? BUKAN ini Medan




Singapore ? BUKAN ini Gramedia Surabaya




Mirip Monaco ? BUKAN ini di Bunaken



Jalan di Afrika ? BUKAN ini di Gunung Kidul


Bandara di Eropa ? BUKAN ini Bandara Sultan Hasanuddin Makassar




New Zeland ? BUKAN ini Pulau Komodo





Pedestrian di US ? BUKAN ini di Makassar




Shanghai ? BUKAN ini Mangga Dua



Midnight di Hongkong ? BUKAN ini Thamrin




Paris ? BUKAN ini Lapangan Banteng
, Jakarta

Rabu, 23 Februari 2011

Surat terbuka dari Putri Nurdin Halid

Salam damai rakyat Indonesia,

Perkenalkan saya Andi Nurhilda Daramata Asiah Indasari, putri Bapak Nurdin Halid yang belakangan ini sedang diributkan oleh orang-orang. Saya satu-satunya putri dari enam bersaudara anak pasangan Nurdin Halid dan Andi Nurbani. Dari susunan keluarga ini saja saya sudah bisa melihat bahwa ayah saya orang hebat. Gen laki-laki sangat kuat. Kentara sekali gen orang Bugis dengan karakter lelaki yang kuat. Ya, ayah yang dilahirkan di Watampone pada 17 November 1958 memang dari keluarga Bugis.

Saya sengaja menulis surat ini lantaran ayah terus menerus dihujat. Masyarakat tampaknya termakan berita-berita di televisi maupun surat kabar. Sebenarnya, kalau mau fakta yang sesungguhnya, ada baiknya melihat tayangan tvOne dan ANTV, atau baca vivanews.com. Ketiga media ini menyuguhkan berita-berita independen tanpa prasangka. Sementara media lain lebih berat untuk menjatuhkan ayah saya. Menurut saya ini bukan lantaran ketiga media itu milik keluarga Aburizal Bakrie, senior ayah saya di Golkar, tetapi media itu ditangani orang-orang profesional macam Karni Ilyas, maupun Uni Lubis.

Sesungguhnya, tak benar jika ayah serakah kekuasaan. Ayah saya sekadar bumper dari orang-orang lain. Kisruh calon ketua PSSI bukan lantaran ulah ayah saya, tetapi kerja tim verifikasi. Lalu, kenapa ayah saya yang dihujat? Ini kolektif PSSI bukan Nurdin Halid!

Buat apa ayah saya cari kekuasaan di PSSI? Toh sebagai pengusaha, ayah saya sudah kaya. Saya bangga punya ayah Nurdin Halid. Ia bertanggungjawab kepada keluarga. Ada hal berkesan darinya saat saya nikah tahun lalu. Ayah sungguh-sungguh memperhatikan kepentinganku. Aku bisa pesta di hotel mewah di Makassar, Hotel Clarion. Di ballroom pula! Pesta berlangsung meriah dengan balutan “kemegahan”. Ayah orang hebat, terbukti 8.000 orang undangan hadir di pesta pernikahanku.

Kata omku, Kadir Halid, khusus pesta pernikahan di Makassar menelan biaya Rp 1,5 miliar-Rp 1,8 miliar. Total biaya tiga acara, Jakarta, Makassar, dan Sinjai konon menghabiskan Rp 5 miliar. Untuk menghibur tetamu, keluarga juga menghadirkan artis ternama Tanah Air, duet Anang dan Syahrini. Mereka yang hadir di antara tamu very important (VIP) di antaranya Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo beserta istri Ayunsri Harahap yang memboyong belasan kepala dinas dan kepala biro di lingkup pemerintah provinsi (pemprov). Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh beserta istri, mantan Gubernur Sulsel Amin Syam beserta istri, serta mayoritas bupati di daerah ini juga hadir. Mereka di antaranya Bupati Soppeng Andi Soetomo, Bupati Takalar Ibrahim Rewa, Bupati Jeneponto Andi Radjamilo, Bupati Pangkep Syamsuddin A Hamid, Bupati Maros Hatta Rahman, Bupati Lutim Hatta Marakarma, pimpinan dan anggota DPRD, serta politisi di Sulawesi ini.

Jadi, kalau ayah saya sebagai koruptor, jelas tak ada yang mau hadir dalam pesta perkawinanku. Mana ada lelaki yang mau sama putri seorang koruptor. Malah aku bisa dipersunting keluarga biru, Andi Seto Gadhysta Asapa, putra seorang politisi terkenal Rudiyanto Asapa. Coba, seorang politisi tentu enggan berbesanan dengan koruptor.

Mertuaku tahu, Nurdin Halid bukanlah koruptor. Ketika ayah menjadi direktur Inkud, ia rela ditahan karena memuluskan impor minyak goreng. Padahal ayah membantu para pejabat agar memperoleh bagian dari impor itu. Ayah rela pasang badan di bui demi pertemanan dengan yang lain. Begitupun saat dituduh korupsi cengkeh, ayah saya hanya menjalani jual-beli!. Lalu ada lagi ribut-ribut ayah saya korupsi di PSSI, walah musykil itu. Tak ada uang dari Persisam. Tak ada uang terkait cek perjalanan Miranda Gultom. Ayah saya orang bersih, tetapi iklhlas untuk jadi bumper teman-temannya.

Ayah saya bertanggung-jawab dengan nama Nurdin Halid yang berarti “cahaya agama yang kekal”. Setiap jengkap langkah ayah senantiasa berpayung agama. Maka, ayah pun mementingkan naik haji. Ayah ingin berjalan di jalur Tuhan, bukan syetan yang punya nafsu serakah. Rasanya, rakyat Indonesia keliru menilai ayah saya. Justru saya yang tahu persis, ayah saya orang bersih yang hebat. Sebab, kalau ayah buruk hati pasti ditinggalkan teman-temannya. Sampai sekarang, termasuk di PSSI, orang masih setia kepada ayah. Lihat Om Nugraha Besus. Lihat Om Nirwan Bakrie. Mereka loyal terhadap ayah, karena Nurdin Halid memang cahaya agama.
Mudah-mudahan surat terbuka saya ini menjadi pencerah bagi saudara-saudaraku yang terperangkap gelap. Ayah saya datang membawa cahaya buat saudara-saudara rakyat Indonesia. Terimakasih.

Saya yang membanggakan ayah,
Andi Nurhilda Daramata Asiah Indasari


(IMAN PHURAWINATA @ http://olahraga.kompasiana.com/bola/2011/02/22/surat-terbuka-dari-putri-nurdin-halid/)

Senin, 27 Desember 2010

Menpora Meminta Nurdin Tak Ganggu Timnas

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Menpora Andi Mallarangeng meminta Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, tak "mengganggu" tim nasional, menjelang pertandingan final leg kedua Piala AFF 2010, 29 Desember 2010.

Andi mengatakan, Nurdin tak boleh menyibukkan skud Merah Putih dengan sesuatu yang tak perlu. Timnas harus berkonsentrasi dan berkonsolidasi untuk memenangkan pertandingan final leg kedua di Senayan, Jakarta.

"Pokoknya mari kita konsentrasi dan konsolidasi pada bagaimana memenangkan pertandingan," kata Andi usai melapor kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tentang hasil pertandingan antara Indonesia-Malaysia di Stadion Bukit Jalil Malaysia, di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/12).

Dia menambahkan, "Pesan saya kepada Nurdin Halid supaya konsentrasi, konsolidasi, tidak terganggu dan tidak diganggu dengan berbagai hal yang tidak perlu."

Andi menilai, meski berat, masih ada kesempatan bagi Indonesia untuk menang dan mencetak empat gol tanpa kebobolan. Apalagi, pemain Malaysia tentu bertandang ke Jakarta dengan penuh kepercayaan diri setelah menang pada pertandingan pertama dengan 3-0.

"Tentu saja berat, tapi bukan tidak mungkin. Kita pernah menang 5-1, rasanya kita bisa menang lagi," jelas Andi.

Andi berharap, masyarakat Indonesia tetap mendukung Firman Utina dan kawan-kawan. Tapi tetap harus santun. Dia mengimbau, pendukung timnas tak membalas dengan laser atau petasan atau hal-hal yang tidak terpuji lainnya.

"Mari kita menjadi suporter yang sportif dan menang dengan ksatria," pesan Andi kepada para suporter Indonesia.(Ant/ICH) (
http://www.metrotvnews.com/read/news/2010/12/27/37908/Menpora-Meminta-Nurdin-Tak-Ganggu-Timnas)

Ditemukan Hutan Mangrove di Bawah Laut Kalsel

VIVAnews - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menemukan bahwa terjadi peningkatan air laut di daerah Kalimantan Selatan hingga sekitar 50 meter.

"Kami menemukan adanya magrove atau hutan bakau di 50 meter di bawah permukaan laut," kata Peneliti Oceanografi LIPI, Hasanuddin, di Jakarta, Senin 27 Desember 2010.

Seperti diketahui, hutan bakau atau disebut juga hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak pada garis pantai.

Meski demikian, Hasanuddin tidak mau terburu-buru menyimpulkan apakah kenaikan air laut ini disebabkan karena adanya perubahan iklim atau tidak. "Kami masih menduga apakah mangrove ini memang sudah tumbuh di situ sejak lama atau memang terbawa arus laut dan kemudian tumbuh di situ," ujarnya. "Kami masih mencari bukti pendukungnya."

Menurut Hasanuddin, kondisi ini tidak hanya terjadi di Kalimantan Selatan saja. Tapi juga terjadi di daerah Cina Selatan hingga ke paparan sunda. "Proses ini diperkirakan terjadi secara bertahap sejak 11 ribu tahun," ujarnya.

Selain itu, LIPI juga menemukan bahwa di jarak 250 kilometer dari muara Barito, masih dipengaruhi oleh air tawar. "Jadi belum tercampur air laut. Ini sangat mempengaruhi proses aliran arus lintas indonesia secara keseluruhan," ujarnya.

Sampai saat ini, lanjut Hasanuddin, LIPI masih mencoba memastikan biota laut yang hidup di perairan tersebut. "Masih diteliti apakah ada ikan baru yang hidup di situ," ujarnya. (umi)

• VIVAnews

Selasa, 09 November 2010

Wapres : Tata Kota Tak Jelas, Kota Semrawut

(AFP/Bay Ismoyo)
Wakil Presiden Boediono
JAKARTA, KOMPAS.com
- Wakil Presiden Boediono mengatakan, saat ini Indonesia belum memiliki tata ruang kota secara nasional.

“Kita terus membangun, tapi tidak perhatikan tata ruang sehingga hasilnya semrawut,” kata Boediono ketika membuka Munas ke-13 REI di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Selasa (9/11/10) pagi.

Namun Boediono menambahkan, tak adanya tata ruang kota merupakan kelemahan negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. "Kita harus mewariskan anak cucu kita pusat-pusat permukiman yang layak dan nyaman, bukan yang semrawut,” kata Boediono.

Pada awal sambutannya, Boediono mengatakan sejak jadi Menteri, ia sering ikut berbagai sesi, memberikan pandangan teknis, sampai ke seremonial FIABCI di Bali yang semuanya sangat penting.

“Masalah properti ini sangat strategis. Bagian sangat penting dari sumber PDB Indonesia. Mata rantai yang luar biasa,” kata Boediono.

Makna permukiman bagi rakyat masalah yang unik, perlu koordinasi. (Sabrina/LKT)

Abu Merapi Sampai di Puncak Bogor


ilustrasi
Jakarta - Abu vulkanik Merapi mulai masuki kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. Abu tipis ini turun disertai hujan gerimis yang mengguyur kawasan itu.

"Abunya terlihat di kaca mobil saya, " kata Doni Suryantoro, salah seorang pengendara mobil kepada detikcom, Jumat (5/11/2010).

Doni menjelaskan, titik-titik abu tersebut mulai terlihat saat memasuki kawasan Puncak Pass. Namun abu tersebut belum mengganggu jarak pandang.

"Saya naik mobil dari Cianjur menuju Puncak. Sedangkan abunya mulai terlihat di Puncak Pass," katanya.

Doni menjelaskan, hujan abu di Bogor tersebut belum membahayakan. "Masih tipis, jadi tidak berbahaya," katanya. Abu juga dilaporkan telah terlihat di Sukabumi, ratusan km dari Merapi. (nal/nrl) (http://www.detiknews.com/read/2010/11/05/170343/1487419/10/abu-vulkanik-mulai-bergerak-ke-puncak-bogor)

Menarik, Pertama Kalinya Tekanan Opini Publik Berhasil Hentikan Tayangan SILET-RCTI

Bikin Resah, Tayangan Silet Akhirnya Distop

Senin, 08 November 2010 | 19:11 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia menjatuhkan sanksi penghentian sementara program tayangan infotainment Silet di RCTI. "Kami memberikan sanksi penghentian sementara ke tayangan silet karena terbukti menimbulkan keresahan di masyarakat," kata Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Dadang Rahmat di kantornya, Senin (8/11).

Seperti ditetahui, tayangan Silet di RCTI menuai kontroversi. Dipandu presenter Fenny Rose, tayangan edisi Ahad, 7 November itu menampilkan soal bencana Gunung Merapi yang meletus. Fenny membuat pernyataan yang menyebut kalau Yogyakarta adalah kota malapetaka dan Senin, 8 November 2010, akan terjadi bencana besar. Sumber yang dipakai Fenny Rose adalah sejumlah paranormal.

Menurut Dadang, sanksi terpaksa dijatuhkan karena tayangan program infotainment Ahad 7 November soal bencana Gunung Merapi dianggap berlebihan. Tayangan itu, kata Dadang, juga menimbullkan keresahan masyarakat. " Otoritas KPI menjatuhkan sanksi sesuai UU Penyiaran no.32 tahun 2008" ujarnya.

Dadang juga menegaskan, KPI memutuskan, program tayangan Silet tak dapat ditayangkan hingga pemerintah menurunkan status bencana Merapi menjadi Siaga. "Kesalahan utama menyampaikan informasi yang tampaknya tidak benar dan ada dampak psikologis di masyarakat Yogyakarta,"kata Dadang.

Sebelum menjatuhkan sanksi, kata Dadang, KPI mengaku mendapat 1128 keluhan dari masyarakat tentang tayangan itu. Jumlah keluhan itu diperoleh dalam kurun waktu 2 hari semenjak ditayangkannya program hari Minggu kemarin."Bahkan kami juga dapat informasi ada sejumlah 550 warga yang berpindah dari Muntilan ke Nanggulan setelah menonton tayangan itu," ujarnya.

Dadang meminta lembaga penyiaran lebih berhati-hati dalam hal pemberitaan. Keakuratan informasi suatu berita yang didapat, kata Dadang, harus sangat diperhatikan. "Informasi yang tepat dan akurat sangat membantu tapi kalau tidak justru akan memberikan masalah" kata Dadang menjelaskan.
http://www.tempointeraktif.com/hg/ke...290379,id.html




Silet Dihentikan, Fenny Rose Rehat

Selasa, 9 Nopember 2010 | 00:17 WIB
JAKARTA | SURYA Online - Gara-gara program acara Silet yang dia pandu menuai kontroversi, Fenny Rose akhirnya memutuskan untuk rehat sementara waktu dari acara tayangan tersebut. Sebagaimana diketahui, acara Silet yang ditayangkan RCTI pada Minggu (7/11/2010), dengan mengangkat tema bencana Gunung Merapi, dikecam banyak pihak karena dinilai memberikan informasi yang menyesatkan dan meresahkan masyarakat.

“Atas segala kejadian yang tidak mengenakkan semua pihak, termasuk diri saya sendiri, saya memutuskan untuk beristirahat dari kegiatan presenter Silet agar bisa mengintrospeksi diri,” kata Fenny di Jakarta, Senin (7/11/2010).

Namun, Fenny tidak menerangkan lebih jauh hingga kapan dia akan beristirahat dari acara tersebut.

Seperti diberitakan, acara Silet yang ditayangkan pada Minggu menimbulkan protes dari berbagai kalangan. Salah satu hal yang menimbulkan protes adalah tayangan tersebut menyampaikan pesan bahwa akan terjadi gempa besar pada 8 November 2010 sebagai dampak dari letusan Gunung Merapi. Dampak dari kontroversi materi tersebut, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menghentikan sementara tayangan Silet.

Fenny mengatakan bahwa sebagai presenter, dia hanya membacakan naskah yang sudah disiapkan oleh tim redaksi. “Saya adalah presenter program infotainment Silet yang menjalankan peran murni sebagai presenter, yang bekerja berdasarkan naskah yang sudah disiapkan,” tandasnya.

Bantah Sebut Kota Malapetaka

Fenny Rose menampik tegas bahwa dirinya pernah mengucapkan “Yogyakarta adalah kota malapetaka” seperti yang banyak beredar lewat pesan berantai melalui pesan singkat atau SMS, Blackberry Messenger, hingga jejaring sosial Twitter dan Facebook.

“Saya Fenny Rose secara pribadi, hari ini, ingin meluruskan pesan-pesan berantai yang beredar luas bahwa dalam tayangan Silet pada 7 November 2010, saya tidak pernah membacakan naskah, apalagi membuat pernyataan bahwa ‘Yogyakarta adalah kota malapetaka’,” katanya.

Dia lalu mengucapkan naskah yang menurutnya telah dibacakan saat membawakan acara tayangan Silet yang menuai kontroversi tersebut. “Dalam tayangan tersebut, naskah yang saya baca antara lain berbunyi, ‘Puncak letusan Merapi kabarnya akan terjadi hari ini (7/11) hingga esok hari pada bulan baru yang jatuh pada tanggal 8 November. Ahli LAPAN selalu mencatat, hampir semua letusan dan guncangan gempa muncul pada bulan baru. Lantas apa yang akan terjadi dengan Yogyakarta? Mungkinkah Yogyakarta, kota budaya yang elok, akan tergolek lemah tak berdaya? Benarkah Yogya yang dalam banyak lagu digambarkan begitu indah akan berubah menjadi penuh malapetaka?’” beber Fenny.
http://www.surya.co.id/2010/11/09/si...ose-rehat.html

Agung Laksono Minta Lacak Penyebar SMS Isu Merapi

Yogyakarta - Kondisi Merapi yang tidak menentu, membuat para pengungsi mudah terpengaruh dengan segala informasi yang diterima. Keadaan ini lantas dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab untuk menyebarkan isu terkait aktivitas Merapi.

SMS beruntun ini ternyata sampai juga kepada warga di pengungsian. Alhasil sebagian dari mereka menjadi panik. Menanggapi itu, Menko Kesra Agung Laksono pun ikut kesal.

"Itu isu yang tidak bertangggung jawab," kata Agung saat jumpa pers di Media Center Tanggap Darurat Bencana Merapi, Gedung Pusat Informasi dan Pengembangan Permukiman dan Bangunan (PIP2B), Jl Kenari No 14, Yogyakarta, Senin (8/11/2010).

SMS itu menurut Agung, memang sengaja disebarkan untuk membuat konsentrasi warga yang ada di pengungsian terpecah. Maka itu sebagai tindak lanjut, Agung meminta pihak kepolisian untuk melacak siapa penyebar pertama SMS itu.

"Kami minta pihak kepolisian untuk melacaknya," tegas politisi Partai Golkar ini.

Agung menganggap orang yang menyebarkan isu itu tidak memiliki rasa empati. Maka itu Agung berharap, sebaiknya warga hanya percaya pada informasi yang disampaikan pemerintah melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM yang diketuai oleh Dr Surono.

"Pak Rono (Dr Surono) sendiri bilang tidak bisa diprediksi, karena sampai saat ini yang bisa dilakukan hanyalah mitigasi bencana. Jadi kita anggap saja itu perbuatan yang sangat tidak bermoral," tandas Agung.

Sebelumnya Minggu (7/11) sempat beredar SMS yang mengatakan bahwa puncak letusan Merapi akan terjadi pada Minggu malam sampai tanggal 8 November. Salah satu poin dari isu yang menyebar lewat SMS/BBM berbunyi "...Gunung Merapi mulai meletus pada tanggal 26/10 sampai 5/11, dan puncaknya pada malam ini (Minggu 7/11) hingga tanggal 8/11." Isu itu mencatut hasil penelitian oleh tim vulkanologi dunia.

Isi SMS ini juga sempat dikutip oleh sebuah tayangan infotaiment Silet edisi Minggu. Tayangan ini lantas dikritik oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) karena dianggap semakin meresahkan warga. Atas tayangan yang meresahkan itu Redaksi infotainment Silet yang tayang di RCTI meminta maaf atas penayangan edisi Minggu (7/11/2010) yang dinilai meresahkan warga Yogyakarta dan sekitarnya. Permintaan maaf Silet ini ditayangkan beberapa detik setiap beberapa menit.

Untuk meluruskan simpang siur ini Kepala Pusat Vulkonologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM Mbah Rono, Bupati Sleman Sri Purnomo, hingga Presiden SBY pun telah meminta warga untuk tidak percaya isu-isu yang beredar. Mereka juga meminta agar orang-orang yang tidak bertanggung jawab menghentikan kegiatan yang menyebabkan kepanikan dan ketakutan warga itu.
(lia/fay)

Maaf Tak Membuat Penghapusan Sanksi Silet

JAKARTA. KOMPAS.com - Kendati redaksi 'Silet' telah meminta maaf kepada publik atas pemberitaan yang ditayangkan pada Minggu (7/11/2010), namun Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menilainya belum cukup. KPI tetap bersikukuh meminta agar program acara 'Silet' dihentikan untuk sementara.

"Kalau perrmintaan maaf itu kita hargai, bahwa itu menjadi pertimbangan kita, iya. Tetapi itu tidak cukup," kata Ketua KPI, Dadang Rahmat Hidayat, Jakarta, Senin (8/11/2010).

Dadang mengungkapkan, 'Silet' telah membuat kesalahan karena menyajikan informasi yang tidak benar kepada masyarakat. Selain itu, tayangan ini juga dinilai telah memberikan dampak psikologis terhadap korban bencana letusan Gunung Merapi sehingga menimbulkan keresahan.

"Kesalahan besarnya karena menyajikan informasi yang tidak benar dan ada dampak psikologis yang menurut saya itu tidak bisa diukur," cetus Dadang.

Sejak program tersebut ditayangkan, pihaknya telah menerima 1.128 aduan yang memprotes acara 'Silet'. Hingga kini, jumlah aduan yang masuk ke KPI itu terus bertambah.

Redaksi 'Silet' telah meminta maaf atas siaran infotainment di RCTI, Minggu (7/11/2010), yang mengabarkan ramalan letusan dahsyat Merapi. "Segenap tim redaksi Silet memohon maaf yang sedalam-dalamnya atas pemberitaan Silet edisi 7 November 2010 yang memuat ramalan dan pesan berantai yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya tentang prediksi Merapi. Simpati dan doa kami untuk seluruh korban bencana," demikian pernyataan yang ditayangkan beberapa kali di RCTI.

Silet Pada Hari Minggu Resahkan Pengungsi Merapi

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pengaduan Masyarakat dan Penegakan Etika Pers menyebut bahwa tayangan infotainment Siletsempat membuat panik sebagian pengungsi letusan Gunung Merapi.

Akibat isi tayangan Silet edisi Minggu (7/11/2010), 550 orang pengungsi di daerah Muntilan mendesak agar dipindahkan ke Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, karena ketakutan akan datang bencana yang lebih besar dari letusan Gunung Merapi. Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisi Pengaduan Masyarakat dan Penegakan Etika Pers, Agus Sudibyo, di kantor Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), di Jakarta, Senin (8/11/2010). Agus mengatakan hal tersebut di sela pertemuan KPI, Dewan Pers, dan para pelaku media yang membahas pemberitaan mengenai bencana alam oleh media.

"Kami mendapat informasi, ada 550 orang minta pindah dari Muntilan ke Nanggulan setelah menonton tayangan Silet," ujar Agus.

Dijelaskan oleh Agus, isi tayangan Silet menyebutkan bahwa akan ada gempa besar sebagai dampak dari letusan Gunung Merapi. Padahal, daerah Muntilan termasuk daerah yang aman dari letusan Gunung Merapi. "Padahal, daerah Muntilan sebenarnya masih aman. Ini bukti ada kepanikan," ucap Agus.

Agus berharap agar media dapat mengedepankan akurasi pemberitaan sehingga tidak membuat masyarakat panik.

Penghentian Silet Karena Kurang Akurat

INILAH.COM, Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menghentikan tayangan infotainmen Silet karena kurang akurat menyampaikan informasi soal berita Merapi yang membuat masyarakat Jogyakarta resah dan marah.

"Kita berikan sanksi kepada Silet RCTI. Kami beri satu teguran dan penghentian salah satu tayangan Silet. Kami menghentikannya sampai pemerintah mencabut status siaga di Merapi," ungkap Ketua KPI Pusat Dadang Rahmat Hidayat saat jumpa pers di Sekretariat Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Gedung Bapeten Jl Gajah Mada No 8, Jakarta Pusat, Senin (8/11).

Dadang menambahkan, pemberian sanksi itu dimaksudkan untuk menciptakan suasana kondusif bagi masyarakat Jogjakarta dan sekitarnya yang tengah tertimpa bencana Merapi.

"Kami ingin menghargai masyarakat Jogja yang terkena imbasnya terhadap tayangan ini. Dengan ini, kami juga ingin mengingatkan kepada stasiun teve lain. Kami tidak memberikan sanksi kepada PH, karena nggak ada urusannya dengan PH, jadi programnya saja," terangnya.

KPI berharap sanksi itu dapat dipatuhi baik bagi Silet khususnya, maupun tayangan lain.

"Tayangan itu dihentikan mulai besok. Belum ada pernyataan Silet dihentikan secara resmi. Kami mau hal ini dipatuhi. Kalau tak dipatuhi pasti ada sanksi. Yang dihentikan programnya. Dihentikan sementara," tukasnya. [alx/aji]

Fenny Rose Istirahat dari 'Silet'

Gambar
Feni Rose (Facebook)
Jakarta Presenter acara 'Silet' Feni Rose meminta maaf kepada masyarakat Yogyakarta atas tayangan tanggal 7 November 2010. Feni mengaku sebagai seorang presenter infotainment, dirinya murni hanya melaksanakan tugas sesuai naskah.

"Saya meminta maaf sedalam-dalamnya," kata Feni Rose dalam rilis yang diterima detikcom, Senin (8/11/2010).

Feni pun ingin meluruskan kejadian yang sebenarnya mengenai adanya SMS berantai yang menyebut dirinya telah menyatakan Kota Yogyakarta adalah kota malapetaka pada tayangan 'Silet' 7 November.

Dalam tayangan 'Silet' tersebut, naskah yang diberikan kepadanya bertuliskan "Puncak letusan Merapi kabarnya akan terjadi hari ini hingga esok hari pada bulan baru yang jatuh pada tanggal 8 November. Ahli LAPAN selalu mencatat hampir semua letusan dan guncangan gempa muncul pada bulan baru. Lantas apa yang akan terjadi dengan Yogyakarta? Mungkinkah Yogyakarta, kota budaya yang elok akan tergolek lemah tak berdaya? Benarkah Yogya yang dalam banyak lagi digambarkan begitu indah akan berubah menjadi penuh malapetaka?"

"Dalam menjalankan pekerjaan saya, apabila ada naskah yang dirasa sensitif, saya memberikan saran dan masukan," ujarnya.

Feni pun menyesalkan adanya SMS, BBM, dan twitter berantai mengenai dirinya yang telah meresahkan masyarakat dan mencederai hati warga Yogyakarta dan sekitarnya. "Dengan segala kerendahan hati dan ketulusan hari, pertama-tama saya ingin mengucapkan rasa simpati dan duka cita yang mendalam kepada para korban bencana di Merapi," ucapnya.

Feni juga mendoakan agar para korban Gunung Merapi selalu diberikan kekuatan dan bisa kembali secepatnya kepada keadaan semua. Tidak ada niat sedikitpun dalam dirinya untuk melukai, mencederai, dan menyinggung perasaan apalagi meresahkan warga Yogyakarta.

"Atas kejadian yang tidak mengenakkan semua pihak termasuk diri saya sendiri, saya memutuskan untuk beristirahat dari kegiatan presenter Silet untuk bisa mengintrospeksi diri," cetusnya.

(gus/eny)

Senin, 08 November 2010

Gubernur Sumatera Barat Minta Maaf Karena Pergi Ke Jerman

Irwan Prayitno
Gubernur Sumatra Barat

Padang, (tvOne)

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyatakan permintaan maafnya kepada masyarakat yang merasa terganggu dengan kepergiannya ke Jerman.

"Kami memohon maaf kepada masyarakat yang terganggu sehingga menimbulkan polemik, tapi kami dengan ikhlas menerimanya," kata Irwan Prayitno setiba dari Jakarta di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang, Sumbar, Senin.

Ia menjelaskan, kehadirannya di Munchen, Jerman untuk memenuhi undangan Duta Besar RI untuk Federasi Jerman, Eddy Pratomo yang sudah disampaikan sejak bulan Maret untuk menghadiri Indonesia Bussines Day. "Dubes sudah meminta saya datang tanggal 5 November, dan itu sebelum terjadi bencana sudah dijadwalkan khusus," tambahnya.

Kehadirannya di Munchen, katanya, sudah mendapat izin dari Kementerian Dalam Negeri dan bahkan sudah dijadwalkan sejak lama sebelum tsunami terjadi di Mentawai. Karena banyaknya kecaman tentang kunjungannya ke Munchen, Irwan Prayitno mempersingkat kunjungannya ke Munchen hanya menjadi dua hari dan dua malam, dari jadwal semula selama lima hari.

Pada kegiatan Indonesia Bussines Day, Irwan memaparkan pelaksanaan promosi terpadu investasi, pariwisata, dan perdagangan. Ia juga berkesempatan mengimbau para investor luar negeri untuk menanam modalnya melalui pembangunan resor-resor yang terkena tsunami di Mentawai. Dikatakannya, membangun Sumatera Barat hanya mengandalkan ABPD tanpa dana dari luar itu mustahil.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Tifatul Sembiring menyatakan terus terang meminta Irwan Prayitno segera kembali ke Indonesia.

Tifatul membantah bahwa tidak ada warga korban tsunami di Mentawai kelaparan, lantas Gubernur Sumbar pergi jalan-jalan ke Jerman. "Jadi berita kelaparan di Mentawai, Gubernur jalan-jalan itu tidak ada. Tapi karena kondisi tidak memungkinkan, maka saya minta Gubernur segera pulang," jelasnya mengakhiri. (Ant)

Selasa, 26 Oktober 2010

Ruhut : "Yang Tak Setuju Soeharto Jadi Pahlawan Cuma Anak PKI"

INILAH.COM, Jakarta - Politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul setuju dengan rencana pemerintah memberi gelar pahlawan pada mantan Presiden Soeharto.

Menurutnya, kendati Soeharto punya salah, namun harus dimaafkan. Sebagai mantan presiden, banyak jasa yang ditorehkan Soeharto untuk bangsa ini. "Yang tak setuju Soeharto jadi pahlawan cuma anak PKI," tegas Ruhut, kepada INILAH.COM, Jakarta (24/10/2010).

Menurutnya, Indonesia sebagai bangsa yang besar harus menghormati jasa pahlawannya. Indonesia juga negara berazaskan agama, harus bisa saling memaafkan. "Saya sangat setuju Soeharto menjadi pahlawan," tukasnya.

Sepuluh nama tokoh nasional telah diajukan ke kepada DPR untuk memperoleh gelar pahlawan nasional. Ke-10 nama tersebut adalah mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin dari Jawa Barat, Habib Sayid Al Jufrie dari Sulawesi Tengah, mantan Presiden HM Soeharto dari Jawa Tengah, mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid dari Jawa Timur.

Kemudian, Andi Depu dari Sulawesi Barat, Johanes Leimena dari Maluku, Abraham Dimara dari Papua, Andi Makkasau dari Sulawesi Selatan, Pakubuwono X dari Jawa Tengah, dan Sanusi dari Jawa Barat.
http://nasional.inilah.com/read/deta...harto-pahlawan

Sejumlah Desa di Pantai Barat Pulau Pagai Selatan Rata dengan Tanah

Jakarta - Gelombang tsunami yang menghantam Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, sungguh dahsyat. Akibat bencana tersebut, sejumlah desa di pantai barat Pulau Pagai Selatan dilaporkan rata dengan tanah.

Hal tersebut diungkapkan aktivis Yayasan Citra Mandiri Mentawai, Rachmadi, saat dihubungi detikcom melalui telepon, Selasa (26/10/2010).

"Laporan sementara yang kami terima, sejumlah desa di pantai barat Pulau Pagai Selatan rata dengan tanah. Desa-desa itu antara lain Desa Malakoppa dan Desa Bulasat," ujar Rachmadi.

Sebelumnya Rachmadi mengatakan, korban tewas akibat tsunami di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, sebanyak 31 orang. Sementara 190 orang lainnya dilaporkan hilang.

"Itu data hingga pukul 14.30 WIB. Jumlah korban tewas kemungkinan bertambah," kata Rachmadi.

Rachmadi menjelaskan, korban tewas kebanyakan warga Pulau Pagai Selatan, yakni 23 orang. Sedangkan sisanya merupakan warga Pulau Sipora, Kecamatan Sipora Selatan.

Menurut Rachmadi, sampai saat ini proses pencarian korban masih terus dilakukan. Sejumlah anggota tim SAR sudah diberangkatkan ke lokasi bencana.

"Kemungkinan sore ini relawan yang berangkat ke sana akan bertambah. Sebab ada kapal reguler yang akan berangkat dengan tujuan Mentawai," jelas Rachmadi.

Gempa 7,2 SR terjadi pada Senin (25/10) malam. Gempa susulan kemudian terjadi 16 kali hingga Selasa dini hari. Tsunami menimpa 10 desa.


(djo/asy) (detik.com)

Kata Foke Tentang Banjir dan Kemacetan


KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo saat melihat langsung pembangunan saluran air di perempatan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (26/10/2010). Gubernur berharap pembangunan sistem drainase ini mampu mengurangi genangan air akibat hujan yang kerap melanda kawasan tersebut.


JAKARTA, KOMPAS.com
— Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo atau Foke panen kritik akibat banjir dan macet parah yang melanda Ibu Kota pada Senin kemarin sore hingga dini hari. Foke pun tetap sinis menanggapi pertanyaan wartawan seputar banjir dan macet tersebut.

Saya tersinggung dituding sebagai penyebab utama lambannya penanganan banjir dan macet di Ibu Kota. Saya tidak terima bila dianggap malas dan enggan meneruskan sejumlah program penanganan banjir DKI sebelumnya.
-- Fauzi Bowo

Saat ditemui wartawan di kawasan Sarinah, Jakarta, untuk meninjau dua drainase di samping pusat perbelanjaan Sarinah dan satu drainase di samping Gedung Jaya, Foke menolak jika dikatakan tidak serius menangani banjir dan kemacetan Jakarta.

"Itu kan urusan mereka, yang penting saya sudah kerja. Ini bukti saya kerja. Dan ini urusan saya dengan yang memilih saya," ujar Foke dengan ketus, Selasa (26/10/2010).

Foke pun juga merasa tersinggung dituding sebagai penyebab utama lambannya penanganan banjir dan macet di Ibu Kota. Ia tidak terima bila kemudian dianggap malas oleh pengamat dan enggan meneruskan sejumlah program penanganan banjir yang sudah dimulai sejak kepemimpinan Pemprov DKI periode sebelumnya.

Foke juga mengeluhkan pemberitaan media yang dia nilai terlalu membesar-besarkan. Padahal, banjir di Sarinah hanya 30 cm. "Yang nulis banjir di Sarinah itu 40 cm siapa? Kemarin itu cuma 30 cm," balasnya.

Foke menjelaskan bahwa drainase di kawasan Sarinah tersebut memang belum selesai dibangun. Meski demikian, drainase tersebut juga turut membantu menyerap genangan air pada banjir kemarin. "Kemarin itu langsung surut karena drainase itu," ujar Foke.

Foke mengakui bahwa curah hujan di Ibu Kota kemarin sangat tinggi sehingga terjadi genangan di mana-mana. Foke juga menyebut, peristiwa itu pernah terjadi pada tahun 2007, bahkan ketika itu Bandara Soekarno-Hatta juga lumpuh akibat banjir.

Foke menjelaskan, saat ini Indonesia, termasuk Jakarta, sedang mengalami perubahan cuaca yang ekstrem. "Cuacanya ekstrem dan tahun ini kita terus diguyur hujan," ungkap pria berkumis tebal ini.

Oleh karena itu, Foke meminta warga Jakarta maklum dengan banjir hebat semalam karena cuaca yang sangat ekstrem. "Saya mohon maklum kepada masyarakat untuk memahami kondisi yang luar biasa. Cuaca begitu ekstrem di luar perkiraan kita," kata Foke.

DPR Sayangkan Pencabutan Peringatan Tsunami BMKG yang Terlalu Cepat

Jakarta - BMKG sempat mengeluarkan peringatan tsunami usai gempa 7,2 SR di Mentawai, Sumatera Barat. Namun tak lama peringatan itu dicabut. Kenyataannya, tsunami benar-benar terjadi dan merenggut puluhan jiwa. DPR pun menyayangkan hal ini.

"Sangat disayangkan kalau betul BMKG seperti itu," kata Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (26/10/2010).

Menurut politisi Golkar ini, Mentawai adalah daerah yang memang rawan gempa. Sehingga pantauan BMKG seharusnya bisa mendeteksi hingga ke pulau tersebut.

"Kita semua tahu kalau Mentawai menjadi daerah yang harus dipantau. Pokoknya memprihatinkan," tegasnya.

Secara institusi, Priyo juga mengucapkan keprihatinan terhadap musibah yang terjadi. Dia berharap agar pemerintah menggunakan segala upaya untuk membantu korban di sana.

"Dan saya meminta pemerintah menggunakan alat-alatnya untuk segera menggunakan bantuan sepenuhnya. Karena kita semua sedih terhadap bencana silih berganti di belahan bumi," urainya.

Gempa 7,2 SR terjadi pada Senin (25/10) malam. Gempa susulan kemudian terjadi 16 kali hingga Selasa dini hari. Tsunami menimpa 10 desa.

Ratusan warga kini juga berada di pengungsian. Mereka khawatir akan bencana susulan.

Rincian pengungsi adalah di Kecamatan Sikakap, Desa Sikakap, ada 150 KK, Desa Muara Taikako 100 KK, Kecamatan Pagai Utara, Desan Silabu ada 150 KK, Kecamatan Pagai Selatan, Desa Malakopak ada 25 KK, Desa Sinakok 50 KK, Desa Malako 45 KK, Kecamatan Sipora, Desa Bosowa 125 KK.

Data terakhir menyebutkan, korban tewas sebanyak 31 orang. Sementara 190 orang lainnya dilaporkan hilang.

(mad/lrn) (detik.com)

Sabtu, 23 Oktober 2010

Hal yang Membuat Malaysia Iri

Ben Bernanke (Chairman The Fed) dan JC Trichet (President European Central Bank) saat foto bersama di forum G-20 Gyeongju / photo by Junanto

Ben Bernanke (Chairman The Fed) dan JC Trichet (President European Central Bank) saat foto bersama di forum G-20 Gyeongju / photo by Junanto

Meski dari sisi kemajuan ekonomi, Indonesia bisa dikalahkan oleh negara tetangga, ada satu hal lain yang membuat mereka tetap iri pada Indonesia. Hal itu disampaikan oleh seorang rekan dari Malaysia, saat saya mengatakan sedang berada di forum kelompok negara G-20 untuk tingkat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral di Gyeongju, Korea Selatan. Menurutnya, Malaysia berupaya menempuh berbagai jalur agar bisa diterima menjadi anggota G-20, namun upaya itu selalu kandas. Pun demikian dengan Singapura dan Thailand. Mereka tidak bisa menjadi anggota kelompok G-20.

G-20 memang semacam “gangs of the elite”. Meski kaya dan maju, satu negara belum tentu bisa masuk menjadi anggotanya. Berbeda dengan IMF, World Bank, PBB, dan berbagai lembaga internasional lainnya, keanggotaan G-20 adalah atas unjuk dan bukan berdasarkan pendaftaran anggota. Di Eropa sendiri, hanya Inggris, Jerman, Perancis, Italia, dan Turki, yang bisa menjadi anggota G-20. Hal ini sempat membuat “iri” Norwegia yang merasa perekonomiannya lebih maju dan banyak memberi kontribusi di perekonomian global. Namun Norwegia tetap tidak memiliki suara apapun di G-20.

Sementara di Asia Tenggara, hanya Indonesia yang dinilai layak masuk G-20. Mengapa kita bisa ditunjuk jadi anggota G-20? Anggota G-20 memang bukan hanya dilihat dari kemajuan ekonomi semata, namun dari kontribusinya pada pendapatan nasional dunia, perdagangan dunia, dan menguasai populasi dunia. Ekonomi negara-negara G-20 menguasai 85% pendapatan nasional dunia, menguasai 80% perdagangan dunia, dan yang terpenting, mewakili dua pertiga dari populasi dunia.

Dengan demikian, negara-negara kelompok G-20 adalah pemain utama (major players) dalam perekonomian dunia. Indonesia dianggap salah satunya. Pertimbangannya, Indonesia adalah negara besar dengan populasi yang dianggap penting bagi pertumbuhan dan arah ekonomi dunia ke depan.

Meski awalnya Indonesia terpilih menjadi anggota G-20 hanya karena jumlah penduduknya, peran Indonesia kini semakin besar. Krisis global justru menjadi penanda bahwa banyaknya penduduk adalah sebuah berkah tersendiri. Kita lihat posisi negara-negara maju saat ini yang amblas perekonomiannya karena dihantam krisis global. Namun Indonesia, dengan 235 juta penduduk yang sebagian besar di usia produktif, tetap dapat tumbuh di atas 4%, bahkan 6% pada tahun 2010 ini.

Jumlah penduduk, yang sebelumnya dianggap sebagai kelemahan kini justru menjadi kekuatan. Masalahnya, apakah kita hanya ingin berhenti di sana? Tentu tidak. Berbagai permasalahan mendasar masih menjadi pekerjaan rumah di dalam negeri. Upaya mengatasi pengangguran, kemiskinan, dan pemerataan pendapatan adalah tantangan, baik bagi Indonesia, maupun negara berpenduduk besar lainnya seperti Cina dan India.

Gub BI Darmin Nasution berbincang dengan Menkeu Korsel Yoon Jeung-hyun pada pelaksanaan G-20 Gyeongju / photo by Junanto

Gub BI Darmin Nasution berbincang dengan Menkeu Korsel Yoon Jeung-hyun pada pelaksanaan G-20 Gyeongju / photo by Junanto

Untuk itulah, posisi Indonesia di G-20 kali ini menjadi penting agar dapat menyuarakan aspirasi dan kepentingan bangsa di tengah pergulatan kepentingan negara-negara maju. Suara yang dimiliki Indonesia di forum ini sejajar dengan suara Amerika dan negara Eropa. Komunike bersama nanti membutuhkan suara Indonesia agar menjadi bulat. Kepentingan kita untuk menjaga stabilitas perekonomian, pertumbuhan yang berkelanjutan dalam jangka menengah, kebijakan fiskal yang jelas dan kredibel, serta pembenahan struktural di perekonomian, perlu terus disuarakan di forum-forum seperti ini.

Menjadi anggota G-20 memang membuat iri banyak negara tetangga kita. Oleh karenanya, amatlah disayangkan kalau kita tidak memanfaatkan forum ini untuk memperjuangkan kepentingan bangsa. Para pendiri negeri ini, seperti Haji Agus Salim dkk, telah mampu mengubah nasib Indonesia melalui kepiawaiannya bernegosiasi di panggung-panggung internasional. Padahal saat itu, kita belum punya apa-apa.

Kini, bentuk pertarungan internasional itu berada di forum-forum multilateral seperti G-20 ini. Ketimbang menghujat dan mencibir mereka, lebih baik kita masuk dan berjuang melalui diplomasi yang piawai di dalamnya. Di sinilah, kita membutuhkan para pejabat sekaligus diplomat yang ulung.

Demikian laporan dari pertemuan G-20 tingkat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral, Gyeongju, Korea Selatan. Salam. (dikutip dari ::: http://ekonomi.kompasiana.com/group/bisnis/2010/10/23/yang-bikin-malaysia-iri/

)

Rabu, 20 Oktober 2010

Cerita dari Uang Rp1000

Anda tahu uang seribu rupiah ? he..he pertanyaan bodoh…. Saya yakin semua sudah pernah pegang dan punya pecahan rupiah ini.
Tapi apakah anda pernah memperhatikan dengan seksama ada yang unik pada duit ribuan itu.
Nggak percaya? Ok semua sekarang keluarkan dompetnya dan ambil uang seribuan ayo..ayo..cepet.
Adapun keunikan secara fisik :

Pertama yaitu kapitan pattimura berpose tersenyum dan ramah, tapii… bawa parang terhunus, siapa yang bikin yah desain gambar pahlawan ini (kayak nggak ada pose yang lain saja )Kalau nggak salah denger ini pernah di kritik sama beberapa orang termasuk mantan cawapres Siswono Yudho Husodo.





Perhatikan gambar Kapitan Pattimura lagi dan arahkan pandangan anda di kancing baju yang bawah dekat dengan golok/parang, kalau susah pakailah kaca pembesar atau mikroskop. Yup anda betul bukankah itu si Mr. Smiley



Mungkin sebenarnya si desainer uang ini tidak bermaksud demikian, tapi yang terjadi adalah bentuk Smiley ini tercetak di semua lembaran uang seribu rupiah yang beredar

Denger-denger gambar laut dan pulau di bagian belakang uang seribu di lukis dari sebuah kafe bernama Florida, tapi ternyata setelah ada yang mencoba memfoto dari kafe yang di maksud hasilnya ternyata berbeda. Kemungkinan diambil dari sisi yang lain

Telenesia9 MMX