Tampilkan postingan dengan label Bencana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bencana. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Maret 2011

Peringatan Kemungkinan Tsunami Susulan Terus Digemakan di Jepang

Peringatan Kemungkinan Tsunami Susulan Terus Digemakan di Jepang


Jakarta - Gempa yang diikuti tsunami di Jepang telah menelan korban puluhan orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka. Untuk mengantisipasi kemungkinan buruk, peringatan munculnya tsunami terus digemakan.

Sterly Makalew menceritakan, hingga pukul 20.00 WIB peringatam akan kemungkinan tsunami susulan terus disampaikan pemerintah Jepang lewat pengeras suara. Warga juga diimbau untuk mengungsi ke tempat pengungsian.

"Warga diimbau supaya mengungsi ke tempat pengungsian yang telah disediakan, karena saat ini tidak ada listrik dan suhu yang di luar lumayan dingin sekitar 5 derajat Celcius," ujar WNI yang tinggal di Oarai, Jepang, ini kepada detikcom, Jumat (11/3/2011).

Sejumlah WNI yang tinggal di Oarai ikut mengungsi ke sejumlah gedung sekolah. Ada juga yang tidur di dalam mobilnya di lapangan parkir gereja GIII Oarai.

"WNI di Oarai ikut mengungsi ke sejumlah gedung sekolah diperkirakan ada sekitar 100-an WNI dan puluhan lainnya mengungsi bersama mobil di lapangan parkir gereja GIII Oarai," tuturnya.

Informasi terakhir, sedikitnya 60 orang tewas karena gempa dan tsunami yang terjadi sekitar pukul 12.46 WIB. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah karena proses evakuasi masih terus dilakukan.



(gah/irw) (http://www.detiknews.com/read/2011/03/11/205928/1590066/10/peringatan-kemungkinan-tsunami-susulan-terus-digemakan-di-jepang)

Disneyland Banjir, Separuh Tokyo Gelap

TOKYO, KOMPAS.com — Meski gempa dahsyat berkekuatan 8,9, Jumat (11/3/2011) siang tadi telah tujuh jam berlalu, sampai saat ini gempa susulan masih terus berlangsung. Selain mengalami kerusakan parah, beberapa wilayah di Kota Tokyo juga mati lampu dan terendam banjir.

Kawasan Disneyland juga sudah terendam banjir parah, sudah setinggi atap rumah. Posisi adik saya di Ibaraki juga dilanda banjir.
-- Helza Melany

Demikian kesaksian warga negara Indonesia, Helza Melany (29), kepada Kompas.com, Jumat (11/3/2011), pukul 21.10 waktu Tokyo. Helza mengaku masih khawatir karena sampai saat ini gempa masih menggetarkan Tokyo dan sekitarnya.

”Jembatan beton di sini ada yang putus. Kawasan Disneyland juga sudah terendam banjir parah, setinggi atap rumah. Posisi adik saya di Ibaraki juga dilanda banjir,” kata Helza.

Kondisi mencekam pun tidak terelakkan. Helza mengisahkan, meskipun gempa terus menerjang, masyarakat Tokyo saat ini justru lebih banyak tinggal di dalam rumah. Khususnya yang tinggal di rumah tidak bertingkat ataupun apartemen, penduduk lebih merasa nyaman berada di dalam rumah.

”Sebagian lampu di Gunma mati. Masyarakat sini yang sudah terbiasa gempa, kini lebih merasa takut, mungkin karena yang ini lebih dan tidak berhenti bergetar,” ujar Helza.

Seperti diberitakan, gempa bumi berkekuatan 8,9 terjadi di lepas pantai timur Jepang, Jumat (11/3/2011), pukul 2.45 waktu Jepang. Gempa tersebut menguncang bangunan-bangunan di ibu kota Tokyo, 32 tewas, serta memicu peringatan tsunami hingga ketinggian 10 meter. (Kompas.Com)

Tsunami Taiwan 10 centimeter

Jakarta - Sejumlah negara di lautan Pasifik mengeluarkan peringatan dini tentang tsunami pasca gempa dahsyat di Jepang. Syukurlah, rambatan tsunami dari Jepang tidak terlalu tinggi.

Di Taiwan, tsunami kecil setinggi 10 cm tidak menimbulkan kerusakan. Demikian dilansir AFP mengutip BMKG setempat, Jumat (11/3/2011).

Sementara itu, Marshall Island di laut Pasifik juga telah menurunkan peringatan tsunaminya.

Sedangkan di Indonesia, tsunami diperkirakan datang pukul 18.35 WIB di kawasan Sulut, Papua dan Maluku. Namun ketinggiannya tidak lebih dari 1 meter. Warga di pesisir pantai tiga pulau itu juga telah mengungsi ke ketinggian.

Gempa 8,9 di Jepang merupakan gempa terkuat selama ini di Jepang, gempa nomor lima terbesar di dunia sejak 1900 dan terbesar ketujuh sepanjang sejarah. Sekitar 26 orang tewas dalam musibah alam ini. Sedikitnya korban jiwa di Jepang karena Jepang yang telah bersahabat dengan gempa memiliki teknologi kegempaan yang sangat maju.

Bandingkan dengan gempa 9,3 SR di Aceh pada 26 Desember 2004 yang menewaskan 127 ribu orang, akibat terseret tsunami.

(nrl/vta)

Warga Pesisir Pantai Papua Sudah Diungsikan

Jelang Tsunami, Warga Pesisir Pantai Papua Barat Sudah Diungsikan


Jakarta - Situasi di Papua Barat masih kondusif menyusul prediksi akan terjadi tsunami kecil di Papua, Malut, dan Sulut. Sebagian warga di pesisir pantai Papua Barat perlahan-lahan mulai diungsikan.

"Situasi masih kondusif. Tidak ada kepanikan. Sudah kita upayakan evakuasi warga di pesisir pantai. Nelayan yang melaut sudah kita informasikan," kata Dandim 1703 Manokwari, Letkol Edward Sitorus, saat dihubungi detikcom, Jumat (11/3/2011).

Edward mengatakan, diupayakan sebelum waktu prediksi tsunami datang, warga di pesisir pantai sudah kosong. Sedangkan warga yang berada di kota sudah diinformasikan mengenai datangnya tsunami.

Masyarakat di kota sudah berinisiatif sendiri mengungsi ke tempat-tempat tinggi seperti di daerah Amban dan kaki Gunung Meja.

"Ya kita dalam waktu singkat diupayakan sudah bisa clear 100 persen. Kita sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)," jelasnya.

Tsunami yang melanda Indonesia bagian timur diprediksi tidak akan tinggi, tidak lebih dari 1 meter saja sehingga tidak perlu dikhawatirkan.

(gus/nrl)

Google Pasang Peringatan Tsunami di HomePage

Google alert tsunami
Google alert tsunami

JAKARTA - Sesaat setelah gempat dan tsunami menerjang Jepang, Google pun turut memberikan peringatan kepada wilayah lain yang berpotensi mengalami bencana serupa.

Google telah memberikan peringatan yang dipublikasikan melalui mesin pencariannya (Google Search). Peringatan itu berupa kalimat yang menunjukkan daerah-daerah yang kemungkinan akan dilanda bencana imbas dari tsunami Jepang, termasuk Indonesia.

"Tsunami Alert for New Zealand, Philippines, Indonesia, Papua New Guinea, Hawaii, and others. Waves expected over the next few hours, caused by 8.9 earthquake in Japan," tulis peringatan Google yang terletak di bawah kolom pencarian, Jumat (11/3/2011).

Sayangnya peringatan tersebut ditulis dalam bahasa Inggris, padahal peringatan tersebut terpampang jelas tidak hanya di Google.com tapi juga domain Google lokal, seperti Google.co.id.

Selain Google, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga telah mengeluarkan peringatan serupa.

"Tsunami akibat gempa Jepang Mag:8.9 SR, diperkirakan tiba di SULUT, MALUT, PAPUA 18:35 WIB atau 19:35 WITA atau 20:35 WIT"

Berdasarkan laporan The Pacific Tsunami Warning Center di Hawaii, beberapa negara juga harus wapada dengan tsunami susulan. Negara yang wajib ekstra waspada adalah Rusia, Marcus Island, dan Marianas Utara.

Badan meteorologi Jepang mengingatkan bahwa tsunami setinggi 6m juga bisa menerjang pantai dekat prefektur Miyagi, terdekat dengan pusat gempa. Badan itu mengatakan gempa terjadi pukul 14:46 pada (13:46 waktu Singapura) Jumat di kedalaman 10 km, sekira 125 km lepas pantai timur.

Akibat tsunami tersebut banyak bangunan dilaporkan hancur. Ini merupakan terdahsyat ke-7 yang terjadi sepanjang sejarah, sejak 1900. (srn) (http://techno.okezone.com/read/2011/03/11/55/434048/google-pasang-peringatan-tsunami-di-pencarian)

SBY Prihatin Bencana Gempa & Tsunami di Jepang

 SBY Prihatin Bencana Gempa & Tsunami di Jepang


Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sangat prihatin dengan musibah gempa dan tsunami yang melanda Jepang. SBY berharap tidak ada korban dari WNI dan pemerintah Jepang dapat segera mengatasinya.

"Presiden sangat prihatin dengan musibah bencana alam yang menimpa negeri Jepang," kata Juru Bicara Presiden SBY Bidang Dalam Negeri, Julian Pasha, di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (11/3/2011).

Dikatakan dia, Presiden SBY berharap tidak terjadi korban dari WNI kita yang ada di sana. Pemerintah dan warga Jepang di sana dapat segera mengatasinya.

Ada bantuan tidak dari Indonesia? "Ya kita masih menunggu perkembangan akurasi dari situasi tersebut. Jadi kita lihat nanti karena banyak perkiraan dari gempa itu sendiri," jawab Julian.

Julian mengatakan WNI yang berada di Jepang masih diverifikasi. Sejauh ini belum ada korban jiwa dari WNI kita yang ada di sana.

Ketika ditanya mengenai potensi tsunami yang bisa merembet ke Indonesia, Julian menyerahkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memberikan penjelasan yang akurat.

"Yang pasti, pemerintah akan mempersiapkan langkah antisipasi. Mudah-mudahan tidak terjadi bahwa gempa yang melanda Jepang tidak berimbas di daerah kita meskipun dari sudut ilmu, gempa bisa merambah ke tempat lain," papar Julian.

(aan/nrl) (http://www.detiknews.com/read/2011/03/11/180019/1589894/10/sby-prihatin-bencana-gempa-tsunami-di-jepang)

Tsunami Jepang Jadi Trending Topic

Jakarta, CyberNews. Gempa berkekuatan 8,8 skala Richter yang menggoyang Jepang, Jumat (11/3) serta memicu tsunami di beberapa kota di Jepang menjadi trending topic di Twitter.

Situs microblogging Twitter bertema #prayforjapan, #tsunami, Sendai Airport, NHK World, Watching CNN, Tokyo Disneyland, dan Sendai Airport menjadi tema terhangat diantara para Twitter.

Gempa bumi berkekuatan 8,8 SR menguuncang Jepang di lepas pantai timur laut Jumat (11/3), menyusul tsunami setinggi 4 meter menghantam Jepang. Gelombang tsunami itu menghanyutkan mobil dan merobek bangunan di sepanjang pantai di dekat pusat gempa.

Gempa yang terjadi pada pukul 02:46 itu diikuti serangkaian gempa susulan, termasuk satu gempa 7.4 SR sekitar 30 menit kemudian. US Geological Survey memperbarui kekuatan gempa pertama yang berkekuatan 8,8 SR.

Akibat gempa tersebut, peringatan tsunami juga sampai di Indonesia. Menurut situs Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, tsunami diperkirakan akan sampai di Papua, Maluku Utara, dan Sulawesi Utara pada pukul 18.00 WIB.

( Tmp / CN19 )

Pengunjung Disneyland Tokyo Panik

Jepang Gempa, Pengunjung Disneyland Tokyo Panik
Orang kantoran kabur/Dini-pembaca
Tokyo - Gempa dahsyat berkekuatan 8,8 skala richter (SR) mengguncang Jepang. Getaran gempa dirasakan penduduk Kota Tokyo, termasuk mereka yang tengah berada di tempat wisata Disneyland. Para pengunjung panik.

"Gempa terjadi selama beberapa detik, menggemparkan pengunjung," kata Head Corporate PR Soho Group, Nugroho Sahib, melalui sambungan telepon, Jumat (11/3/2011).

Nugroho saat itu tengah bersama rekannya saat gempa terjadi tengah mengunjungai Disneyland.

"Saat itu pengunjung tengah menyaksikan parade," kata Nugroho. Seorang pembaca detikcom, Dini, juga mengabarkan bahwa orang kantoran di Tokyo berhamburan keluar ketika gempa dahsyat menggung.

Awal pekan ini Jepang juga diguncang gempa 7,2 SR. Namun saat itu gempa tidak menimbulkan kerusakan dan korban jiwa.
(ndr/nrl)

Gempa menguncang Nikkei 225

TOKYO. Gempa bumi dan tsunami yang menghantam Jepang membuat indeks Nikkei dan Topix juga terguncang. Pada pukul 13.28 WIB, indeks Nikkei 225 sudah turun sebesar 1,72% menjadi 10.254,43.

Level Nikkei ini yang terendah sejak 1 Februari lalu. Sementara Indeks Topix melorot 1,65% menjadi 915,51. Pasar komoditi berjangka di Nikkei untuk kontrak Juni juga turun sebesar 3,8% di Singapura.

Seperti diketahui, gempa menghantam Sendai, kota sebelah utara Jepang. Gempa ini menyebabkan puluha orang cedera.

(http://investasi.kontan.co.id/v2/read/Investasi/61601/Gempa-menguncang-Nikkei-225-)

Tsunami Jepang Sampai di Indonesia Pukul 18.00

Tsunami Jepang Sampai di Indonesia Pukul 18.00
Gempa Jepang berkekuatan 8,9 SR

REPUBLIKA.CO.ID, Dahsyatnya gempa yang terjadi di Tokyo, Jepang sekitar 8,9 skala richter mengakibatkan gelombang tsunami setinggi enam meter.

Tsunami diperkirakan akan menjalar ke beberapa negara, termasuk Indonesia. Wilayah Indonesia yang diperkirakan terkena tsunami adalah Papua, Maluku, dan Sulawesi Utara. Tsunami akan sampai di wilayah-wilayah ini pada pukul 18.00 WIB atau 20.00 WIT.

Sementara, peringatan akan terjadinya gelombang tsunami telah dikeluarkan oleh beberapa negara termasuk Indonesia. Negera-negara yang telah mengeluarkan peringatan antara lain AS (untuk wilayah Guam dan Hawaii), Taiwan, Filipina. Australia pun diberitakan telah mengeluarkan peringatan serupa.

Setidaknya gelombang tusnami sudah menerjang beberapa wilayah di Tokyo, seperti kota Kesennuma. Beberapa fasilitas yang ada dikota tersebut rusak parah. Pusat Peringatan Tsunami Pasifik yang berada di Hawai mengingatkan bahwa gelombang tsunami juga akan terasa hingga ke Rusia, Pulau Markus dan utara Marianas.


Red: Djibril Muhammad
Sumber: abcnews.go.com

Tsunami Jepang Tiba di Papua Malam Ini

Pelabuhan Jayapura, Papua (Antara/ Hermanus Prihatna)

VIVAnews - Tsunami yang melanda Jepang diperkirakan akan menjalar ke wilayah sekitarnya termasuk Indonesia, khususnya Papua. Pacific Tsunami Warning Center yang bermarkas di Hawaii memprediksi tsunami akan tiba di Jayapura, Papua, pukul 18.35 Waktu Indonesia Barat atau pukul 20.35 Waktu Indonesia Timur.

Berikut rincian sejumlah lokasi di Indonesia yang diperkirakan terkena tsunami:
- Berebere, Maluku Utara, pukul 17.58 WIB
- Manokwari, Papua Barat, pukul 18.18
- Jayapura, Papua, pukul 18.35
- Sorong, Papua, pukul 18.35

Selain Indonesia, tsunami yang ditimbulkan gempa 8,8 di utara Jepang pada pukul 12.46 WIB ini juga diperkirakan berdampak ke Rusia, Amerika Serikat, Taiwan, Guam, Filipina, Nauru, dan Kepulauan Solomon.

Tsunami yang akan tiba di negara-negara selain Jepang ini tidak sebesar yang terjadi di Jepang, yang menurut laporan AlJazeera mencapai 6 meter.

• VIVAnews

Gempa Jepang Timbulkan Tsunami 4 Meter

Repro CNN
Gambar televisi yang memperlihatkan tsunami yang melanda wilayah Jepang setelah gempa berbuatan 8,9, Jumat (11/3/2011).

TOKYO, KOMPAS.com - Gempa dasyat berkekuatan 8,9 menghantam timur laut Jepang, Jumat siang, dan menyebabkan banyak korban, kebakaran dan tsunami sekitar empat meter di sepanjang pantai negara itu, lapor televisi NHK dan saksi.

Setelah gempa berkekuatan 8,9 itu, terjadi sejumlah gempa susulan yang juga kuat dan memicu peringatan tsunami setinggi 10 meter. Gempa tersebut menyebabkan bangunan terguncang di ibukota Tokyo.

Gambar-gambar televisi menunjukkan terjangan air bah yang membawa puing-puing bangunan. Televisi NHK memperlihatkan kobaran api dan asap hitam mengepul dari sebuah bangunan di Odaiba, daerah pinggiran Tokyo, dan kereta api cepat di utara negara itu dihentikan.

Asap hitam juga membubung dari kawasan industri di daerah Yokohama Isogo. Tayangan televisi menunjukkan perahu, mobil dan truk mengambang di air setelah tsunami menghantam kota Kamaichi di utara Jepang. Sebuah jembatan, lokasinya yang tidak diketahui, tampak telah runtuh ke dalam air. Kantor berita Kyodo mengatakan, ada laporan tentang kebakaran di kota Sendai di timur laut.

"Bangunan ini berguncang untuk waktu yang terasa lama dan banyak orang di ruang berita meraih helm mereka dan beberapa masuk ke bawah meja," kata koresponden Reuters, Linda Sieg di Tokyo. "Mungkin ini gempa terburuk yang saya rasakan sejak saya datang ke Jepang lebih dari 20 tahun alu." Para penumpang di jalur kereta bawah tanah di Tokyo menjerit. Goncangannya sangat kuat, dan sangat sulit bagi orang untuk tetap berdiri, kata wartawan Reuters, Mariko Katsumura.

Ratusan pekerja kantor dan pengunjung toko tumpah ke jalan Hitotsugi, di pusat perbelanjaan di Akasaka di pusat kota Tokyo.

Badan Survei Geologi AS (USGS) sebelumnya menyatakan gempa tersebut berkekuatan 7,9 dan berpusat di kedalaman 15,1 mil, sekitar 81 mil di sebelah timur Sendai, di pulau utama Honshu. Namun badan itu kemudian menyatakan, gempa tersebut berkekuatan 8,9.

Pantai Pasifik di Jepang timur laut, yang disebut Sanriku, telah menderita akibat gempa dan tsunami di masa lalu. Rabu lalu daerah itu dilanda gempa berkekuatan 7,2. Tahun 1933, gempa berkekuatan 8,1 di daerah tersebut menewaskan lebih dari 3.000 orang.

Gempa bumi merupakan hal biasa di Jepang, salah satu daerah seismik paling aktif di dunia. Sekitar 20 persen gempa berkekuatan 6,0 atau lebih dunia terjadi di Jepang.

Gempa 8,8 SR Guncang Jepang

Jepang, CyberNews. Gempa bumi berkekuatan 8,9 skala richter (SR) menghantam Jepang, tepatnya di lepas pantai timur laut Jumat (11/3). Menyusul kemudian terjadi tsunami setinggi empat meter yang menghanyutkan mobil dan merusak bangunan di sepanjang pantai dekat pusat gempa.

Dalam sebuah tayangan televisi diperlihatkan banjir menenggelamkan puluhan mobil, kapal bahkan bangunan juga ikut terhanyut terbawa air.

Gempa terjadi pukul 02.46 diikuti serangkaian gempa susulan termasuk gempa susulan dengan kekuatan 7.4 SR sekitar 30 menit terjadi kemudian. US Geological Survey lalu meralat informasi tersebut, dimana kekuatan gempa pertama berkekuatan 8,9 SR.

( Tmp / CN19 ) (http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2011/03/11/79944/Gempa-88-SR-Guncang-Jepang

)

Kamis, 16 Desember 2010

Denpasar Dilanda Hujan Es

DENPASAR, KOMPAS.com - Hujan lebat yang mengguyur wilayah Denpasar dan sekitarnya, Kamis (16/12/2010) mulai pukul 15.30 WITA disertai hujan es di kawasan Jalan Gunung Agung, Kecamatan Denpasar Barat. Warga yang baru pertama kali melihat hujan es ini merasa takut dan enggan keluar rumah.

Ini pertama kali seumur hidup, warga juga takut keluar karena suara petir dan kilat yang kencang.
-- Nyoman Wirya

“Sekitar sepuluh menit setelah hujan tiba-tiba ada suara seperti lemparan batu, setelah diperhatikan ternyata ada pecahan es berbentuk kubus ukuran 1x1 centimeter,” ujar Nyoman Wirya, salah seorang warga Gunung Agung, yang melihat langsung peristiwa langka ini.

“Ini pertama kali seumur hidup, warga juga takut keluar karena suara petir dan kilat yang kencang,” ujarnya.

“Esnya bening seperti di dalam freezer, ada juga yang sudah mencair,” kata Nyoman.

Salah seorang pemilik bengkel di Jalan Gunung Agung juga melihat langsung peristiwa hujan es ini.

“Kaget, tadi lagi makan kok ada orang yang lempar batu ke rumah, ternyata setelah dilihat ada es batu seukuran jempol orang dewasa,” ujar I Wayan Prima, warga jalan Gunung Agung.

Saat peristiwa hujan es ini terjadi, embusan angin tidak terlalu kencang namun listrik langsung padam hingga saat ini. Selain Jalan Gunung Agung, kawasa di sekitar Jalan Merpati, Denpasar juga terjadi hujan es.

Selasa, 09 November 2010

Abu Merapi Sampai di Puncak Bogor


ilustrasi
Jakarta - Abu vulkanik Merapi mulai masuki kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. Abu tipis ini turun disertai hujan gerimis yang mengguyur kawasan itu.

"Abunya terlihat di kaca mobil saya, " kata Doni Suryantoro, salah seorang pengendara mobil kepada detikcom, Jumat (5/11/2010).

Doni menjelaskan, titik-titik abu tersebut mulai terlihat saat memasuki kawasan Puncak Pass. Namun abu tersebut belum mengganggu jarak pandang.

"Saya naik mobil dari Cianjur menuju Puncak. Sedangkan abunya mulai terlihat di Puncak Pass," katanya.

Doni menjelaskan, hujan abu di Bogor tersebut belum membahayakan. "Masih tipis, jadi tidak berbahaya," katanya. Abu juga dilaporkan telah terlihat di Sukabumi, ratusan km dari Merapi. (nal/nrl) (http://www.detiknews.com/read/2010/11/05/170343/1487419/10/abu-vulkanik-mulai-bergerak-ke-puncak-bogor)

Menarik, Pertama Kalinya Tekanan Opini Publik Berhasil Hentikan Tayangan SILET-RCTI

Bikin Resah, Tayangan Silet Akhirnya Distop

Senin, 08 November 2010 | 19:11 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia menjatuhkan sanksi penghentian sementara program tayangan infotainment Silet di RCTI. "Kami memberikan sanksi penghentian sementara ke tayangan silet karena terbukti menimbulkan keresahan di masyarakat," kata Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Dadang Rahmat di kantornya, Senin (8/11).

Seperti ditetahui, tayangan Silet di RCTI menuai kontroversi. Dipandu presenter Fenny Rose, tayangan edisi Ahad, 7 November itu menampilkan soal bencana Gunung Merapi yang meletus. Fenny membuat pernyataan yang menyebut kalau Yogyakarta adalah kota malapetaka dan Senin, 8 November 2010, akan terjadi bencana besar. Sumber yang dipakai Fenny Rose adalah sejumlah paranormal.

Menurut Dadang, sanksi terpaksa dijatuhkan karena tayangan program infotainment Ahad 7 November soal bencana Gunung Merapi dianggap berlebihan. Tayangan itu, kata Dadang, juga menimbullkan keresahan masyarakat. " Otoritas KPI menjatuhkan sanksi sesuai UU Penyiaran no.32 tahun 2008" ujarnya.

Dadang juga menegaskan, KPI memutuskan, program tayangan Silet tak dapat ditayangkan hingga pemerintah menurunkan status bencana Merapi menjadi Siaga. "Kesalahan utama menyampaikan informasi yang tampaknya tidak benar dan ada dampak psikologis di masyarakat Yogyakarta,"kata Dadang.

Sebelum menjatuhkan sanksi, kata Dadang, KPI mengaku mendapat 1128 keluhan dari masyarakat tentang tayangan itu. Jumlah keluhan itu diperoleh dalam kurun waktu 2 hari semenjak ditayangkannya program hari Minggu kemarin."Bahkan kami juga dapat informasi ada sejumlah 550 warga yang berpindah dari Muntilan ke Nanggulan setelah menonton tayangan itu," ujarnya.

Dadang meminta lembaga penyiaran lebih berhati-hati dalam hal pemberitaan. Keakuratan informasi suatu berita yang didapat, kata Dadang, harus sangat diperhatikan. "Informasi yang tepat dan akurat sangat membantu tapi kalau tidak justru akan memberikan masalah" kata Dadang menjelaskan.
http://www.tempointeraktif.com/hg/ke...290379,id.html




Silet Dihentikan, Fenny Rose Rehat

Selasa, 9 Nopember 2010 | 00:17 WIB
JAKARTA | SURYA Online - Gara-gara program acara Silet yang dia pandu menuai kontroversi, Fenny Rose akhirnya memutuskan untuk rehat sementara waktu dari acara tayangan tersebut. Sebagaimana diketahui, acara Silet yang ditayangkan RCTI pada Minggu (7/11/2010), dengan mengangkat tema bencana Gunung Merapi, dikecam banyak pihak karena dinilai memberikan informasi yang menyesatkan dan meresahkan masyarakat.

“Atas segala kejadian yang tidak mengenakkan semua pihak, termasuk diri saya sendiri, saya memutuskan untuk beristirahat dari kegiatan presenter Silet agar bisa mengintrospeksi diri,” kata Fenny di Jakarta, Senin (7/11/2010).

Namun, Fenny tidak menerangkan lebih jauh hingga kapan dia akan beristirahat dari acara tersebut.

Seperti diberitakan, acara Silet yang ditayangkan pada Minggu menimbulkan protes dari berbagai kalangan. Salah satu hal yang menimbulkan protes adalah tayangan tersebut menyampaikan pesan bahwa akan terjadi gempa besar pada 8 November 2010 sebagai dampak dari letusan Gunung Merapi. Dampak dari kontroversi materi tersebut, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menghentikan sementara tayangan Silet.

Fenny mengatakan bahwa sebagai presenter, dia hanya membacakan naskah yang sudah disiapkan oleh tim redaksi. “Saya adalah presenter program infotainment Silet yang menjalankan peran murni sebagai presenter, yang bekerja berdasarkan naskah yang sudah disiapkan,” tandasnya.

Bantah Sebut Kota Malapetaka

Fenny Rose menampik tegas bahwa dirinya pernah mengucapkan “Yogyakarta adalah kota malapetaka” seperti yang banyak beredar lewat pesan berantai melalui pesan singkat atau SMS, Blackberry Messenger, hingga jejaring sosial Twitter dan Facebook.

“Saya Fenny Rose secara pribadi, hari ini, ingin meluruskan pesan-pesan berantai yang beredar luas bahwa dalam tayangan Silet pada 7 November 2010, saya tidak pernah membacakan naskah, apalagi membuat pernyataan bahwa ‘Yogyakarta adalah kota malapetaka’,” katanya.

Dia lalu mengucapkan naskah yang menurutnya telah dibacakan saat membawakan acara tayangan Silet yang menuai kontroversi tersebut. “Dalam tayangan tersebut, naskah yang saya baca antara lain berbunyi, ‘Puncak letusan Merapi kabarnya akan terjadi hari ini (7/11) hingga esok hari pada bulan baru yang jatuh pada tanggal 8 November. Ahli LAPAN selalu mencatat, hampir semua letusan dan guncangan gempa muncul pada bulan baru. Lantas apa yang akan terjadi dengan Yogyakarta? Mungkinkah Yogyakarta, kota budaya yang elok, akan tergolek lemah tak berdaya? Benarkah Yogya yang dalam banyak lagu digambarkan begitu indah akan berubah menjadi penuh malapetaka?’” beber Fenny.
http://www.surya.co.id/2010/11/09/si...ose-rehat.html

Agung Laksono Minta Lacak Penyebar SMS Isu Merapi

Yogyakarta - Kondisi Merapi yang tidak menentu, membuat para pengungsi mudah terpengaruh dengan segala informasi yang diterima. Keadaan ini lantas dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab untuk menyebarkan isu terkait aktivitas Merapi.

SMS beruntun ini ternyata sampai juga kepada warga di pengungsian. Alhasil sebagian dari mereka menjadi panik. Menanggapi itu, Menko Kesra Agung Laksono pun ikut kesal.

"Itu isu yang tidak bertangggung jawab," kata Agung saat jumpa pers di Media Center Tanggap Darurat Bencana Merapi, Gedung Pusat Informasi dan Pengembangan Permukiman dan Bangunan (PIP2B), Jl Kenari No 14, Yogyakarta, Senin (8/11/2010).

SMS itu menurut Agung, memang sengaja disebarkan untuk membuat konsentrasi warga yang ada di pengungsian terpecah. Maka itu sebagai tindak lanjut, Agung meminta pihak kepolisian untuk melacak siapa penyebar pertama SMS itu.

"Kami minta pihak kepolisian untuk melacaknya," tegas politisi Partai Golkar ini.

Agung menganggap orang yang menyebarkan isu itu tidak memiliki rasa empati. Maka itu Agung berharap, sebaiknya warga hanya percaya pada informasi yang disampaikan pemerintah melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM yang diketuai oleh Dr Surono.

"Pak Rono (Dr Surono) sendiri bilang tidak bisa diprediksi, karena sampai saat ini yang bisa dilakukan hanyalah mitigasi bencana. Jadi kita anggap saja itu perbuatan yang sangat tidak bermoral," tandas Agung.

Sebelumnya Minggu (7/11) sempat beredar SMS yang mengatakan bahwa puncak letusan Merapi akan terjadi pada Minggu malam sampai tanggal 8 November. Salah satu poin dari isu yang menyebar lewat SMS/BBM berbunyi "...Gunung Merapi mulai meletus pada tanggal 26/10 sampai 5/11, dan puncaknya pada malam ini (Minggu 7/11) hingga tanggal 8/11." Isu itu mencatut hasil penelitian oleh tim vulkanologi dunia.

Isi SMS ini juga sempat dikutip oleh sebuah tayangan infotaiment Silet edisi Minggu. Tayangan ini lantas dikritik oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) karena dianggap semakin meresahkan warga. Atas tayangan yang meresahkan itu Redaksi infotainment Silet yang tayang di RCTI meminta maaf atas penayangan edisi Minggu (7/11/2010) yang dinilai meresahkan warga Yogyakarta dan sekitarnya. Permintaan maaf Silet ini ditayangkan beberapa detik setiap beberapa menit.

Untuk meluruskan simpang siur ini Kepala Pusat Vulkonologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM Mbah Rono, Bupati Sleman Sri Purnomo, hingga Presiden SBY pun telah meminta warga untuk tidak percaya isu-isu yang beredar. Mereka juga meminta agar orang-orang yang tidak bertanggung jawab menghentikan kegiatan yang menyebabkan kepanikan dan ketakutan warga itu.
(lia/fay)

Senin, 08 November 2010

Gubernur Sumatera Barat Minta Maaf Karena Pergi Ke Jerman

Irwan Prayitno
Gubernur Sumatra Barat

Padang, (tvOne)

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyatakan permintaan maafnya kepada masyarakat yang merasa terganggu dengan kepergiannya ke Jerman.

"Kami memohon maaf kepada masyarakat yang terganggu sehingga menimbulkan polemik, tapi kami dengan ikhlas menerimanya," kata Irwan Prayitno setiba dari Jakarta di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang, Sumbar, Senin.

Ia menjelaskan, kehadirannya di Munchen, Jerman untuk memenuhi undangan Duta Besar RI untuk Federasi Jerman, Eddy Pratomo yang sudah disampaikan sejak bulan Maret untuk menghadiri Indonesia Bussines Day. "Dubes sudah meminta saya datang tanggal 5 November, dan itu sebelum terjadi bencana sudah dijadwalkan khusus," tambahnya.

Kehadirannya di Munchen, katanya, sudah mendapat izin dari Kementerian Dalam Negeri dan bahkan sudah dijadwalkan sejak lama sebelum tsunami terjadi di Mentawai. Karena banyaknya kecaman tentang kunjungannya ke Munchen, Irwan Prayitno mempersingkat kunjungannya ke Munchen hanya menjadi dua hari dan dua malam, dari jadwal semula selama lima hari.

Pada kegiatan Indonesia Bussines Day, Irwan memaparkan pelaksanaan promosi terpadu investasi, pariwisata, dan perdagangan. Ia juga berkesempatan mengimbau para investor luar negeri untuk menanam modalnya melalui pembangunan resor-resor yang terkena tsunami di Mentawai. Dikatakannya, membangun Sumatera Barat hanya mengandalkan ABPD tanpa dana dari luar itu mustahil.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Tifatul Sembiring menyatakan terus terang meminta Irwan Prayitno segera kembali ke Indonesia.

Tifatul membantah bahwa tidak ada warga korban tsunami di Mentawai kelaparan, lantas Gubernur Sumbar pergi jalan-jalan ke Jerman. "Jadi berita kelaparan di Mentawai, Gubernur jalan-jalan itu tidak ada. Tapi karena kondisi tidak memungkinkan, maka saya minta Gubernur segera pulang," jelasnya mengakhiri. (Ant)

Minggu, 07 November 2010

PVMBG Sangkal Isu Yogyakarta-Jateng Akan Lenyap

Headline
IST
INILAH.COM, Jakarta Beredar pesan di BlackBerry Messenger (BBM) mengabarkan Yogyakarta dan Jawa Tengah akan lenyap akibat letusan Merapi. Ahli mengatakan berita itu tidak benar.


Kepala Sub Bidang Pengataman Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Dr Agus Budianto, mengatakan berita itu tidak benar. Beradasarkan monitoring yang dilakukan PVMBG, hal tesebut tidak akan terjadi, tegasnya.

Berita yang tersebar dalam BBM itu menyatakan hasil penelitian tim vulkanolog dunia menyebutkan pada malam ini akan terjadi letusan hebat di Merapi, bahkan letusan ini akan menyebabkan Yogyakarta dan Jawa Tengah lenyap dari peradaban.

Dalam pesan itu, ilmuwan juga menyebutkan kekuatan letusan itu memiliki Volcanic Explosivity Index (VEI) 4 dan berpotensi melenyapkan Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Selain itu, dalam pesan itu termuat kabar Anak Krakatau tumbuh besar akibat pengaktifan dapur magma dan status berubah menjadi siaga. Tidak benar, status Krakatau masih tetap Waspada, belum ada perubahan, sanggah Agus.

Berita yang tersebar melalui BBM ini adalah berita bohong atau Hoax. Jadi, masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan berita tersebut.

Minggu, 31 Oktober 2010

Letusan Gunung Krakatau 1883

Spoiler for Lebih Hebat dari Bom Atom:
Tanggal 27 Agustus nanti akan genap 127 tahun letusan dahsyat Krakatau yang sempat menggoncangkan seluruh dunia. Pada tanggal 27 Agustus 1883, bertepatan dengan hari Minggu, dentuman pada pukul 10.02 terdengar di seluruh wilayah Nusantara, bahkan sampai ke Singapura, Australia, Filipina, dan Jepang. Bencana yang merupakan salah satu letusan terhebat di dunia itu sempat merenggut sekitar 36.500 jiwa manusia.

Kegiatan dimulai dengan letusan pada tanggal 20 Mei 1883, waktu kawah Perbuatan memuntahkan abu gunung api dan uap air sampai ketinggian 11 km ke udara. Letusan ini walaupun terdengar sampai lebih dari 350 km (sampai Palembang), tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Pada letusan tanggal 27 Agustus itu bebatuan disemburkan setinggi 55.000 m dan gelombang pasang (Tsunami) yang ditimbulkan menyapu bersih 163 desa. Abunya mencapai jarak 5.330 km sepuluh hari kemudian. Kekuatan ledakan Krakatau ini diperkirakan 26 kali lebih besar dari ledakan bom hidrogen terkuat dalam percobaan.


Spoiler for Dikira Meriam Apel:
Seorang pengamat di rumahnya di Bogor, pada tanggal 26 Agustus pukul satu siang mendengar suara gemuruh yang tadinya dikira suara guntur di tempat jauh. Lewat pukul setengah tiga siang mulai terdengar letupan pendek, sehingga ia mulai yakin bahwa kegaduhan itu berasal dari kegiatan Krakatau, lebih-lebih sebab suara berasal dari arah barat laut-barat. Di Batavia gemuruh itu juga dapat didengar, demikian pula di Anyer. Di serang dan Bandung suara-suara itu mulai terdengar pukul tiga.

Seorang bintara Belanda yang ditempatkan di Batavia mengisahkan pengalaman pribadinya. Seperti banyak orang lainnya ia mengira bahwa dunia akan kiamat saat itu.

"Tanggal 26 Agustus itu bertepatan dengan hari Minggu. Sebagai sersan pada batalyon ke-IX di Weltevreden (Jakarta Pusat) hari itu saya diperintahkan bertugas di penjagaan utama di Lapangan Singa. Cuaca terasa sangat menekan. Langit pekat berawan mendung. Waktu hujan mulai menghambur, saya terheran-heran bahwa di samping air juga jatuh butiran-butiran es."

"Sekitar pukul dua siang terdengar suara gemuruh dari arah barat. Tampaknya seperti ada badai hujan, tetapi diselingi dengan letupan-letupan, sehingga orangpun tahu bahwa itu bukan badai halilintar biasa."

"Di meja redaksi koran Java Bode orang segera ingat pada gunung Krakatau yang sudah sejak beberapa bulan menunjukkan kegiatan setelah beristirahat selama dua abad. Mereka mengirim kawat kepada koresponden di Anyer, sebuah pelabuhan kecil di tepi Selat Sunda, tempat orang bisa menatap sosok Krakatau dengan jelas pada cuaca cerah. Jawabnya tiba dengan cepat: 'Di sini begitu gelap, sampai tak bisa melihat tangan sendiri.' Inilah berita terakhir yang dikirimkan dari Anyer..."

"Pukul lima sore gemuruh itu makin menghebat, tapi tidak terlihat kilat. Letusan susul-menyusul lebih kerap, seperti tembakan meriam berat. Dari Lapangan Raja (Merdeka, Red.) dan Lapangan Singa (Banteng) terlihat kilatan-kilatan seperti halilintar di ufuk barat, bukan dari atas ke bawah, tetapi dari bawah ke atas. Waktu hari berangsur gelap, di kaki langit sebelah barat masih terlihat pijaran cahaya."

"Sudah menjadi kebiasaan bahwa tiap hari pukul delapan tepat di benteng (Frederik Hendrik, sekarang Mesjid Istiqlal) ditembakkan meriam sebagai isyarat upacara, disusul dengan bunyi terompet yang mewajibkan semua prajurit masuk tangsi. Para penabuh genderang dan peniup terompet batalyon itu sudah siap pada pukul delapan kurang seperempat. Mereka masih merokok santai sebelum mereka berbaris untuk memberikan isyarat itu. Tiba-tiba terdengar tembakan meriam menggelegar, jauh lebih dini daripada biasanya. Mereka segera berkumpul membentuk barisan dan setelah terompet dibunyikan, mereka berbaris sambil membunyikan genderang dan meniup terompet. Baru saja mereka mencapai asrama ketika meriam yang sebenarnya menggelegar dari dalam benteng. Gunung Krakatau ternyata mengecoh mereka!"


Spoiler for Batavia Jadi Dingin:
"Sementara itu 'penembakan' berlangsung terus. Kadang-kadang bunyinya seperti tembakan salvo beruntun, kilatan-kilatan menyambar-nyambar ke langit. Semua orang tercekam ketakutan. Tiada seorangpun percaya bahwa ada badai mengamuk jauh di sana. Hampir tidak ada orang yang berani tidur malam itu. Banyak yang berkumpul di halaman rumah mereka sambil mengarahkan pandangan mereka ke arah barat dan memperbincangkan kemungkinan-kemungkinan yang menyebabkan gejala alam yang aneh itu. Hanya anak negeri yang tak ragu-ragu: 'Ada gunung pecah,' kata mereka."

"Menjelang tengah malam tiba perwira piket, Letnan Koehler. Ia mengatakan kepada saya bahwa seluruh kota sedang dalam keadaan panik. Penduduk asli berkumpul di masijid-masjid untuk bersembahyang. Penduduk Belanda tetap terjaga di rumah masing-masing atau pergi ke rumah bola Concordia atau Harmonie untuk saling mencari dukungan dari sesamanya."

"Menjelang pukul dua pagi rentetan letusan bak tembakan cepat artileri itu mencapai puncaknya. Rumah-rumah batu bergetar dan jendela-jendela bergemerincing. Gelas lampu penerangan jalan jatuh dan bertebaran di tanah, kaca etalase toko pecah, penerangan gas di banyak rumah padam. Sesudah itu ledakan-ledakan mereda, namun dari arah barat masih terdegar suara gemuruh."

"Kemudian saya merasakan bahwa udara makin menjadi dingin. Dalam beberapa jam saja suhu udara telah menurun sedemikian rupa, sampai saya gemetar kedinginan di pos jaga. Belum pernah di Batavia udara sedingin itu. Waktu saya melihat keluar ternyata seluruh kota diliputi oleh kabut tebal. Penerangan jalan di seberang Lapangan Singa tak dapat saya lihat lagi,meskipun saya mendengar dari rekan lain bahwa lampu-lampu masih menyala. Tak lama kemudian ternyata kabut itu bukan kabut biasa, melainkan hujan abu, yang jatuh tak lama setelah lewat tengah malam - mula-mula jarang-jarang, tetapi makin lama makin deras, sehingga segalanya terselimuti oleh kabut abu yang tebal."

"Pada pukul enam pagi, sesuai peraturan, semua lampu harus dipadamkan, tetapi matahari tidak terbit! Baru sekitar pukul tujuh nampaknya fajar seperti akan menyingsing, tetapi hari itu tak akan menjadi terang. Hawa makin menjadi dingin, sehingga saya memerintahkan anak buah saya untuk mengenakan jas hujan mereka. Sementara itu abu turun dengan tiada putus-putusnya. Abu itu ke mana-mana, bangsal jaga juga dilapisi oleh serbuk halus yang berwarna kelabu keputih-putihan. Prajurit jaga yang saya lihat dari jendela sedang mondar-mandir, nampak seperti boneka salju kelabu yang bergerak secara mekanis."

"Sekitar pukul sembilan pagi ledakan-ledakan dan guruh makin bertambah. Pada pukul sepuluh hari gelap seperti malam. Lampu-lampu gas dinyalakan kembali. Lapisan abu setebal 15 mm menutupi segala yang ada. Jalan-jalan sunyi senyap, tak ada yang berani menampakkan diri. Saya merasa seorang diri di dunia, di dunia yang tak lama lagi bakal runtuh!"

"Pada pukul 10.40 akhirnya tiba telegram dari Serang, yang isinya memuat sedikit keterangan mengenai penyebab gejala-gejala alam yang mengerikan itu. Kawat itu berbunyi: 'Kemarin petang Krakatau bekerja. Bisa didengarkan di sini. Semalam suntuk cahayanya terlihat jelas. Sejak pukul sebelas ledakan-ledakan makin hebat dan tak terputus-putus. Setelah hujan abu deras pagi ini matahari tak tampak, gelapnya seperti pukul setengah tujuh malam. Merak dimusnahkan gelombang pasang. Sekarang di sini sedang hujan kerikil. Tanpa payung kuat tak ada yang berani keluar.'"

"Lewat pukul duabelas, ketika di Batavia masih gelap gulita dan sangat dingin, tersiar berita kawat dari pelabuhan Pasar Ikan dan Tanjung Priok. Sebuah gelombang pasang telah membanjiri kota bagian bawah. Permukaan air dua meter di atas garis garis normal. Kapal uap Prinses Wilhelmina dicampakkan ke pangkalan, seperti juga kapal Tjiliwoeng yang cerobong asapnya merusak atap kantor pabean. Sejumlah kapal motor dan perahu terdampar acak-acakan di Pelabuhan Pasar Ikan, berlumuran lumpur dan abu tebal. Pengungsi mulai mengalir sepanjang jalan raya dengan membawa harta benda yang bisa dijinjing ke arah Weltevreden yang lebih tinggi letaknya. Pada pukul dua dan empat sore datang lagi gelombang pasang, tetapi kali ini kurang tinggi dibandingkan yang pertama."

"Di sebelah barat kini menjadi tenang dan kelam makin berkurang, sehingga matahari mulai nampak sebagai bercak merah kotor pada langit yang kelabu."

"Pada pukul lima petang saya diganti dan menerima perintah untuk segera menyiapkan suatu pasukan yang akan diberangkatkana ke daerah yang terkena musibah di Sumatra Selatan. Pada saat itu di Batavia tidak seorangpun tahu dengan tepat apa yang sebenarnya terjadi di sebelah barat. Semua hubungan telegram dengan daerah yang terlanda malapetaka terputus."

Telenesia9 MMX